Dianggarkan Rp 10 Triliun, Kartu Pra Kerja Dipersiapkan Untuk 2 Juta Tenaga Kerja

Dianggarkan Rp10 Triliun, Menko Perekonomian: Kartu Pra Kerja Dipersiapkan Untuk 2 Juta Tenaga Kerja
Dianggarkan Rp 10 Triliun, Kartu Pra Kerja Dipersiapkan Untuk 2 Juta Tenaga Kerja
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai Ratas di Kantor Presiden, Jakarta/ Setkab

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan, pemerintah menyiapkan Kartu Pra Kerja untuk 2 juta tenaga kerja yang dipersiapkan untuk masuk pra kerja. Dengan anggaran keseluruhannya mencapai Rp 10 triliun, dan akan dilaunching 2-3 bulan mendatang.

"Rencana sistemnya berbasis digital, dimana 500 ribu itu basisnya adalah kartu dan yang 1,5 juta basisnya digital. Pemanfaatannya adalah untuk triple skilling untuk upskilling, re-skilling, dan juga untuk pelatihan itu sendiri," ujar Menko Perekonomian pada rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Baca Juga: Presiden Jokowi Berharap Kartu Pra Kerja Diimplementasikan Januari

Menurut Menko Perekonomian sifat dari pelatihan tersebut adalah menggunakan lembaga-lembaga pelatihan baik itu yang dimiliki oleh kementerian maupun yang dimiliki oleh dunia swasta. Sesuai arahan Presiden, pemerintah akan kembangkan supply dan demand dari segi kebutuhan lapangan pekerjaan.

Sementara itu, sifat daripada kartu yang bermanfaat ini adalah many to many multi to multi. Jadi memiliki perbedaan dengan kartu lain yang sifatnya satu arah, seperti bantuan pemerintah, kalau  pesertanya banyak kemudian kursusnya banyak. Tetapi pemerintah juga membuat mekanisme bagaimana melakukan tracking dan bagaimana memberikan pelatihan kepada lembaga pelatihan yang sudah dalam 'Diakreditasi' dan bisa dilakukan oleh masyarakat.

"Dengan sistem online ini sebetulnya kita juga mencoba menyusun berbasis kepada kuota, sehingga bagi yang mendaftar di kota besar maupun kota kecil kesempatan untuk ikutnya sama. Dan pemerintah sendiri menyiapkan dana pelatihan yang sifatnya terbuka, jadi ada pelatihan yang seminggu misalnya untuk barista kopi mungkin ongkosnya jauh lebih murah daripada pelatihan coding yang butuh waktu 3-6 bulan," jelas Menko Perekonomian.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0