Pastikan Beri Perlindungan, LPSK Dorong Saksi Mata Pembunuhan Wartawan di Sumut Buka Suara

LPSK mendukung langkah kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa penembakan dengan korban Mara Salem Harahap

Ilustrasi penembakan/ist

Jakarta, Nusantara TV-Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) angkat bicara terkait kasus pembunuhan dengan korban Mara Salem Harahap seorang wartawan lokal di Sumatera Utara (Sumut).

LPSK mendorong saksi mata peristiwa tersebut untuk bersuara mengungkap fakta-fakta yang terjadi.  LPSK menjamin perlindungan terhadap saksi mata tersebut.

Demikian ditegaskan Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo.

Ia meminta kepada para saksi untuk tidak takut melapor dan memberikan keterangan demi terungkapnya motif, alat bukti, dan pelaku dalam peristiwa penembakan tersebut. Hasto juga telah mengutus perwakilan LPSK di Medan untuk menemui keluarga korban Mara Salem Harahap.

"Kami menyampaikan kepada keluarga korban bahwa LPSK siap melindungi saksi-saksi dalam kasus ini, termasuk kepada keluarga bila memang memiliki informasi penting untuk proses penyelidikan dan penyidikan" ucap Hasto dikutip dari Okezone, Minggu (20/6/2021).

Hasto menyatakan, LPSK mendukung kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. LPSK juga siap berkoordinasi perihal perlindungan para saksi yang ingin memberikan informasi agar dapat mendapat jaminan perlindungan.

Baca juga: Penembak Pemred Media Lokal di Sumut Diburu Polisi

"Perlindungan kepada para saksi penting dilakukan agar mereka bisa merasa lebih tenang dalam memberikan keterangan. Kami menjamin saksi bisa dengan aman memberikan keterangan tanpa rasa cemas dan ancaman," ujar Hasto

Hasto mengecam tindakan kekerasan kepada jurnalis, apalagi sampai menyebabkan seseorang kehilangan nyawa. Ia menegaskan bahwa proses hukum terhadap pelaku harus ditegakkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Seperti diberitakan, Pemimpin Redaksi media online lassernewstoday.com, Mara Salem Harahap ditembak hingga tewas oleh orang tak dikenal (OTK) tak jauh dari rumahnya di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun pada Sabtu, 19 Juni 2021.

Mara Salem diduga dibunuh karena media online miliknya kerap memberitakan dugaan penyelewangan yang dilakukan pejabat BUMN, maraknya peredaran narkoba dan judi di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun. Dia juga kerap memberitakan bisnis hiburan malam yang diduga melanggar aturan.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK