Otto Hasibuan: Penegak Hukum yang Lindungi Pencari Keadilan Pertahankan Single Bar!

Hal ini disampaikan Otto saat Rapat Kerja Pengurus DPN Peradi

Ketua Umum DPN Peradi Otto Hasibuan.

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi), Otto Hasibuan kembali menekankan pentingnya penerapan single bar atau wadah tunggal kewenangan organisasi advokat, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. 

Sebab, dengan begitu kepentingan masyarakat atau para pencari keadilan bisa terwujud. 

Karena itu, menurutnya bukan hanya Peradi semata yang harus merealisasikan single bar, tapi juga penegak hukum lainnya. 

"Seorang pejabat penegak hukum mana pun, bila ingin melindungi kepentingan pencari keadilan, maka dia harus mempertahankan single bar," ujar Otto dalam Rapat Kerja Pengurus DPN Peradi Tahun 2021, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/6/2021).

Diketahui, UU Advokat mengamanatkan adanya wadah tunggal organisasi advokat atau single bar. Namun, pada praktiknya menjadi berbeda semenjak hadirnya Surat edaran Mahkamah Agung (MA) RI No.73/KMA/HK.01/IX/2015. Inti dari surat itu menjelaskan, bahwa pihak yang memiliki kewenangan mengangkat advokat bukan lagi hanya Peradi.

Menurut Otto, melalui single bar sesungguhnya masyarakat kecil diuntungkan. Karena, mereka bisa mendapatkan advokat atau pengacara yang berkualitas, guna membela hak-haknya. 

"Pejabat yang senang mempertahankan dan membela wong cilik, itu dia harus mempertahankan single bar dan tidak mempertahankan multi bar," kata dia.

Sebaliknya, melalui multi bar, kualitas advokat Indonesia dipastikannya menurun. Sebab sistem tersebut memungkinkan organisasi yang memiliki kewenangan mengangkat advokat bukan hanya satu, tapi banyak organisasi. 

Kondisi ini yang dipandang bakal menghasilkan standar advokat yang berbeda beda. Sehingga masyarakat pencari keadilan ujungnya dirugikan. 

"Jadi siapa pun yang ingin menafikan kepentingan para pencari keadilan, itu pasti punya rencana disebutkan multi bar (dalam UU Advokat). Karena dengan multi bar, maka pasti kepentingan pencari keadilan akan ternafikan dan pasti tak terlindungi," tutur Otto. 

"Karena untuk mencapai advokat yang berkualitas, tidak mungkin tercapai dengan organisasi advokat multi bar," imbuh penyandang gelar profesor ini. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK