Goda Konsumen, SsangYong Sebar Teaser SUV Listrik

SsangYong Motor Terus Berjuang Akibat Mengalami Penurunan Penjualan.
Adiantoro - Otomotif,Senin, 20-07-2020 10:58 WIB
Goda Konsumen, SsangYong Sebar Teaser SUV Listrik
SsangYong Motor menggoda SUV all-electric pertamanya. (Yonhap)

Jakarta, Nusantaratv.com - SsangYong Motor Co., produsen mobil India, Mahindra & Mahindra Ltd., Korea Selatan (Korsel), merilis teaser untuk kendaraan all-electric pertamanya sebelum peluncuran domestiknya pada tahun depan.

SsangYong telah mengembangkan SUV kompak listrik murni dengan nama proyek E100 untuk memenuhi meningkatnya permintaan untuk model listrik - kata perusahaan dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Kantor Berita Yonhap, Senin (20/7/2020). 

SsanYong belum bersedia menjelaskan secara rinci mengenai SUV listrik tersebut. Namun, perusahaan berjanji akan memberitahukan segera.

SsangYong Motor terus berjuang akibat mengalami penurunan penjualan karena kurangnya model-model baru dan keputusan Mahindra baru-baru ini untuk tidak menyuntikkan modal baru ke unit Korea.

SsangYong terus melaporkan kerugian bersih dalam 13 kuartal terakhir hingga kuartal pertama tahun ini. Dari Januari hingga Juni 2020, penjualan SsangYong turun 28 persen menjadi 49.387 unit dari 68.189 unit kendaraan pada periode tahun lalu karena kurangnya model-model baru.

Line-up SsangYong terdiri dari unggulan G4 Rexton, serta Tivoli, Korando, dan Rexton Sports. Pada 2011, Mahindra & Mahindra mengakuisisi 70 persen saham di SsangYong Motor senilai 523 miliar won (437,93 juta dolar AS). Perusahaan induk India saat ini memiliki 74,65 persen saham di produsen mobil yang berfokus pada SUV (Sport Utility Vehicle).

Mahindra sedang dalam proses menjual unit di Korsel dengan memilih manajer utama untuk kemungkinan keluar dari afiliasi yang merugi, menurut sumber industri.

Pada bulan lalu, Mahindra mengisyaratkan kemungkinan menyerahkan kendali atas SsangYong Motor. Sementara itu, kreditor utama SsangYong, Bank Pembangunan Korea (KDB) yang dikelola pemerintah, menggulirkan utang 90 miliar kepada produsen mobil yang jatuh tempo bulan ini hingga akhir tahun nanti guna membantu agar tetap bertahan di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

Pada 6 Juli lalu, SsangYong memiliki utang jangka pendek senilai 199 miliar won yang harus dibayarkan kembali ke KDB dan pemberi pinjaman asing, seperti JP Morgan, BNP Paribas dan Bank of America, dalam 12 bulan berikutnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0