Optimalisasi Ekspor Nonmigas untuk Pemulihan Ekonomi

Pemerintah Terus Mengoptimalkan Peningkatan Ekspor Nonmigas untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Jakarta, Nusantara TV Kemendag terus melakukan berbagai upaya dalam peningkatkan Ekspor Nonmigas dengan mengoptimalkan perjanjian perdagangan internasional. Hal ini juga merupakan salah satu cara pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Untuk mencapai target pertumbuhan ekspor nonmigas, kita harus membuka pasar Indonesia dan berkolaborasi dengan berbagai negara melalui perjanjian dagang yang sudah ada. Hal itu sekaligus sebagai upaya meningkatkan nilai tambah masing-masing produk yang diekspor," ujar Mendag Muhammad Lutfi.

Baca Juga: Sektor Pertanian Tumbuh 2,59% Saja di Kuartal ke IV

Adapun sejumlah perjanjian perdagangan itu ialah Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IKCEPA), Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) dan perjanjian lain yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekspor produk lebih banyak.

Neraca perdagangan Indonesia pada 2020 mencatatkan surplus sebesar 21,7 miliar dolar AS dan menjadi yang tertinggi sejak 2012. Namun, hal ini perlu diwaspadai karena surplus neraca perdagangan disebabkan penurunan impor yang lebih tajam dibandingkan penurunan ekspornya. 

Ekspor selama 2020 hanya turun 2,6% dibandingkan 2019, sementara impor turun hingga 17,3%. Lima produk ekspor dengan pertumbuhan positif tertinggi pada 2019-2020 adalah besi baja sebesar 46,84%, perhiasan 24,21%, minyak sawit mentah 17,5%, furnitur 11,64% dan alas kaki 8,97%.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK