Operasi PPKM Darurat di Surabaya Ricuh, 1 Mobil Polisi Rusak

Warga yang menolak penertiban melawan dan melempari mobil petugas dengan batu

Operasi PPKM Darurat di Surabaya berakhir ricuh/ist

Surabaya, Nusantara TV-Kericuhan terjadi saat operasi PPKM Darurat di Bulak Banteng, Kenjeran Surabaya, pada Sabtu (10/7/2021) malam. Warga yang menolak ditertibkan melawan dengan melempari mobil polisi.

Gesekkan terjadi saat petugas gabungan yang terdiri dari Polsek Kenjeran, Satpol PP, dan kecamatan menggelar operasi PPKM Darurat, pukul 22.00 WIB. Ketika petugas hendak menyita KTP pengunjung di salah satu warung di Jalan Bhinneka Raya, Bulak Banteng Baru.

Tak terima ditertibkan warga berteriak melawan petugas. Teriakan itu juga kemudian mengundang warga lain dan akhirnya terjadilah aksi pelemparan dan pengejaran petugas.

Lantaran kalah jumlah, petugas pun lari dan masuk ke mobil operasional. Namun lemparan dan pukulan ke mobil petugas terus dilakukan massa sambil meneriakkan kata umpatan dan usiran.

Baca juga: Langgar PPKM Darurat, 103 Perusahaan Jakarta Disegel

Selama PPKM Darurat petugas gabungan memang rutin melakukan operasi terhadap warung-warung yang masih buka di atas pukul 20.00 WIB. Petugas tak segan menindak menyita KTP bahkan para pedagang dikenai denda dari Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum mengaku menyayangkan aksi warga. Sebab operasi PPKM Darurat itu digelar untuk keselamatan dan kesehatan bersama dari pandemi COVID-19 yang semakin menggila.

"Tentunya kami sangat menyayangkan atas kejadian tersebut , oleh karena itu kami mengharapkan agar masyarakat mendukung kebijakan Pemerintah Pusat terkait PPKM darurat demi kesehatan dan keselamatan bersama," terang Ganis dikutip dari detik, Minggu (11/7/2021).

Menurut Ganis akibat kericuhan tersebut 1 unit mobil milik Polsek Kenjeran pecah kacanya terkena lemparan dan pukulan benda keras dari warga.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK