Tim Mawar Masuk di Kemenhan, Kontras: Jokowi Keluar Jalur dari Agenda Reformasi!

Keputusan itu dinilai mempersulit penuntasan kasus HAM masa lalu
Mochammad Rizki - Nasional,Minggu, 27-09-2020 09:06 WIB
Tim Mawar Masuk di Kemenhan, Kontras: Jokowi Keluar Jalur dari Agenda Reformasi!
Logo Kontras. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Masuknya dua mantan anggota Tim Mawar Kopassus di Kementerian Pertahanan menjadi sorotan publik. Terlebih, Presiden Jokowi telah menandatangani Keputusan Presiden RI Nomor 166/TPA Tahun 2020 yang berisi pengangkatan dua eks anggota Tim Mawar, yakni Brigjen TNI Yulius Selvanus sebagai Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan, dan Brigjen TNI Dadang Hendrayudha sebagai Direktur Jenderal Potensi Pertahanan.

Menanggapi hal ini, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai komitmen Jokowi soal reformasi dipertanyakan.

Baca juga: ​​​​​​Soal Konsumsi Mi Instan, Prabowo Sebut Indonesia Juara 2 Dunia 

Bahkan, langkah terebur menunjukkan suburnya impunitas atau kondisi pembebasan/pengecualian tuntutan hukum kepada segelintir orang.

"Selain berpotensi untuk melemahkan makna penegakan hukum di Indonesia, lalu impunitas. Hal tersebut juga dapat mendorong terjadinya kembali pelanggaran HAM," ujar Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti, dikutip dari keterangan resminya.

Ia menegaskan, bahwa keputusan Jokowi juga menguatkan keyakinan publik bahwa Pemerintahan telah keluar jalur dari agenda reformasi dan mengesampingkan prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam setiap keputusan.

"Pemerintahan Joko Widodo semakin keluar jalur dari agenda reformasi dengan melupakan rekam jejak peristiwa di masa silam," jelasnya.

Selain itu, kebijakan tersebut juga akan mempersulit upaya perbaikan hukum serta proses penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, termasuk soal penghilangan paksa seperti proses ratifikasi Konvensi Anti Penghilangan Paksa.

"Tidak terkecuali juga terhadap pengangkatan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan," ketusnya.

Sebagai informasi, Tim Mawar adalah Grup IV Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat, yang saat itu dikomandoi oleh Prabowo Subianto. Mereka diduga menjadi dalang operasi penculikan puluhan aktivis menjelang Pemilu 1997 dan Sidang Umum MPR 1998.

Dimana lewat Mahkamah Militer Tinggi (Mahmiliti) II Jakarta, Yulius Selvanus dihukum 20 bulan penjara dan dipecat dari dinas ABRI sedangkan Dadang Hendrayudha dihukum 16 bulan penjara tanpa pemecatan.
Namun, dalam Putusan tingkat banding, pemecatan terhadap Yulius Selvanus dianulir oleh hakim. Sehingga keduanya, masih menjabat aktif sebagai anggota militer. (Md) 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0