Puan Minta New Normal Tak Abaikan Kesehatan Masyarakat

Ketua DPR ingin agar pemerintah membuat protokol new normal yang rinci dan mudah dipahami
Mochammad Rizki - Nasional,Kamis, 11-06-2020 09:34 WIB
Puan Minta New Normal Tak Abaikan Kesehatan Masyarakat
Ketua DPR RI Puan Maharani./ist

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah tetap menjaga kesehatan masyarakat di tengah pemberlakuan new normal. Ia ingin ada kebijakan yang detail dari upaya pemerintah menjaga kesehatan rakyatnya, semasa roda perekonomian kembali berputar.

Baca juga: Ketua Yayasan Nusantara Membangun Bangsa: Tetap Jaga Kesehatan Walau New Normal 

Diketahui, new normal merupakan cara hidup baru di tengah pandemi covid-19, yang diterapkan guna menjaga laju roda perekonomian bangsa. Tatanan hidup baru ini berupa penerapan kebiasaan yang sesuai dengan protokol kesehatan, atau protokol pencegahan penularan virus corona.

"Saya ingin menekankan bahwa kebijakan new normal (kenormalan baru) yang diambil pemerintah, perlu diatur sangat rinci di setiap sektor dan skenario, agar bisa bersamaan menjaga kesehatan rakyat sekaligus memutar kembali roda ekonomi Indonesia," ujar Puan dalam keterangan tertulis, Rabu (11/6/2020).

Aturan yang jelas dan rinci ini dinilai penting, mengingat Indonesia harus kembali membuka aktivitas perekonomiannya, dan  seiring dengan itu pemerintah harus melindungi kesehatan masyarakat.

"Ini penting karena new normal yang diperlukan Indonesia bukan yang memilih antara ekonomi dan kesehatan, tapi bagaimana keduanya bisa berjalan bersamaan," kata Puan.

Adapun salah satu sektor yang kesehatannya harus diperhatikan ialah masyarakat yang berkegiatan sosial dan ekonomi di pasar-pasar tradisional.

Menurut dia, sudah ada laporan bahwa beberapa pedagang di pasar tradisional tertular virus corona.

Jika tidak ada penanganan yang tepat, Puan khawatir pasar tradisional menjadi sumber penularan corona baru.

"Padahal seringkali denyut nadi ekonomi daerah itu bisa terasa di pasar-pasarnya, yang juga menjadi salah satu tempat utama terjadinya interaksi sosial masyarakat sebuah daerah. Maka itu perhatian pemerintah terhadap penetapan dan penerapan protokol new normal di pasar tradisional sangat dibutuhkan karena pasar tradisional adalah penggerak sektor ril ekonomi rakyat," jelasnya.

Perempuan pertama yang menjabat ketua DPR itu berharap, sosialisasi protokol new normal dilakukan sejelas mungkin. Sehingga nantinya bisa dipahami semua kalangan.

Selain itu, diperlukan pula mekanisme pengawasan dan evaluasi yang ketat dari penerapan new normal.

"Terlebih tanggal 9 Juni 2020 kemarin kita mendapat laporan data Gugus Tugas Covid-19 yang menyatakan ada penambahan 1.034 kasus positif corona. Angka-angka seperti ini harus dimonitor ketat dan menjadi dasar pengambilan keputusan," kata dia.

"Kita mengapresiasi bahwa target awal pengujian 10.000 spesimen dari tes covid-19 sudah tercapai dan Presiden (Jokowi) sudah menyampaikan ingin menaikkan target menjadi 20.000 per hari," imbuh Puan.

Di samping ekonomi kembali bergerak namun tak mengabaikan risiko kesehatan, DPR juga menanti terobosan instansi terkait dalam hal pelacakan penyebaran covid-19. Mereka sebelumnya mendorong agar penelusuran penularan corona memanfaatkan sistem teknologi telekomunikasi.

"Jadi protokol new normal yang rinci, disertai dengan pengujian spesimen tes yang terus diperbanyak, serta pelacakan penyebaran yang luas dan cepat. Semuanya perlu dilaksanakan bersamaan agar kesehatan rakyat terjaga sekaligus roda ekonomi kembali berputar," tandas Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) itu.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0