Orator Aksi 1310 Tolak UU Cipta Kerja Minta Jokowi Mundur

Meski RUU Cipta Kerja disahkan oleh DPR, Presiden bertanggung jawab karena mengusulkan regulasi tersebut, termasuk saat...
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Selasa, 13-10-2020 16:27 WIB
Orator Aksi 1310 Tolak UU Cipta Kerja Minta Jokowi Mundur
Aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya Jkarta, Selasa (13/10/2020)/ist

Jakarta, Nusantaratv.com-Jelang sore, aksi unjuk rasa 1310 tolak UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (13/10/2020) semakin berani melontarkan protes dan tuntutannya. Aksi diikuti ribuan massa yang berasal dari sejumlah elemen dan aliansi termasuk Front Pembela Islam.

Orator pada aksi 1310 di kawasan yang tak jauh dari Istana Negara tersebut meminta Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya.

Salman Alfarisi dari FPI DKI Jakarta dalam orasinya mengatakan aksi ini dilakukan setelah melihat ketidakadilan yang dirasakan para buruh setelah DPR mengesahkan RUU Cipta Kerja.

"Maka kita sebagai rakyat tidak akan membiarkan yang namanya ketidakadilan ada di negari kita, takbir! Jangan pernah surut memperjuangkan keadilan," katanya saat menyampaikan orasi, Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Jelang Sore, Massa Demo Tolak UU Cipta Kerja Mulai Bergerak Menuju Monas

Dia mengatakan, meski RUU Cipta Kerja disahkan oleh DPR, Presiden bertanggung jawab karena mengusulkan regulasi tersebut, termasuk saat pelantikan 20 Oktober 2019.

"Bukan hanya legislatif, biangnya adalah eksekutif. Maka tidak ada pilihan lain kecuali kita minta bapak Jokowi mundur. Setuju? Takbir!," teriaknya.

Pertanyaan itu disambut massa dengan menjawab "Setujuu."

Salman menerangkan bahwa aksi tersebut semata untuk menjaga agama dan bangsa. Juga untuk membela para buruh yang akan merasakan ketidakadilan dari Omnibus Law.

HIngga kini aksi unjuk rasa berlangsung damai. Sejumlah siswa sekolah tampak berada di barisan para demonstran.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0