Kerumunan Acara Rizieq, PSI Interpelasi Anies

Pemanggilan Anies tak terkait politik, tapi penegakan protokol kesehatan
Mochammad Rizki - Nasional,Selasa, 17-11-2020 23:52 WIB
Kerumunan Acara Rizieq, PSI Interpelasi Anies
Anies Baswedan. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD DKI Jakarta akan menggulirkan hak interpelasi guna meminta keterangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, perihal kerumunan massa di acara pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, di Petamburan, Jakarta Pusat. 

Anggota Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo menjelaskan, pemanggilan Anies mengacu pada penegakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. 

Pihaknya menyayangkan Anies yang tak mengambil sikap tegas guna mencegah terjadinya kerumunan massa.

"PSI DKI Jakarta akan menggulirkan hak Interpelasi untuk meminta keterangan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena telah melakukan pembiaran terhadap acara keramaian yang dihadiri ribuan massa di tengah pandemi Covid-19 yang dilakukan pemimpin ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab," ujar Anggara, Selasa (17/11/2020). 

"Kami menyayangkan, acara keramaian sudah diketahui sejak jauh-jauh hari, namun Pak Gubernur tidak ada niat untuk menegakkan aturan yang dibuatnya sendiri," imbuh dia.

PSI turut menyoroti Anies yang turut berkunjung ke kediaman Rizieq. Kala itu, Rizieq baru tiba dari Arab Saudi. 

Anggara menjelaskan pemanggilan ini juga terkait dengan Perda Penanggulangan Covid-19 yang sudah disusun baru-baru ini dan Undang-Undang nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Menurutnya, agar pandemi Covid-19 bisa ditangani, seluruh pihak harus disiplin dan pemerintah harus memberikan contoh. 

PSI hendak mengklarifikasi mengapa Anies malah melanggar protokol kesehatan dengan mengunjungi Rizieq.

"Kami ingin mengetahui mengapa Pak Gubernur malah melanggar protokol kesehatan. Jika Pemprov DKI dan para pejabatnya tidak memberikan contoh, maka segala macam protokol dan aturan yang sudah dibuat tidak ada maknanya lagi," jelas Anggara.

"Oleh sebab itu, tindakan Pak Gubernur ini bisa dikategorikan telah membahayakan nyawa ribuan warga Jakarta," sambungnya. 

Anggara memastikan pemanggilan Anies tak terkait urusan politik. Tapi murni tentang penegakan protokol kesehatan semasa pandemi. 

"Kami perlu tekankan bahwa pemanggilan ini bukan urusan politik, namun ini adalah tentang penegakan protokol kesehatan yang menyangkut nyawa ribuan warga Jakarta," tandasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0