Ini Cara Yena-Atep Atasi Covid-19 di Kabupaten Bandung

Paslon ini berjanji melindungi tenaga kesehatan dari corona
Mochammad Rizki - Nasional,Minggu, 29-11-2020 03:07 WIB
Ini Cara Yena-Atep Atasi Covid-19 di Kabupaten Bandung
Yena-Atep. (Net)

Bandung, Nusantaratv.com - Pasangan calon (paslon) kepala daerah Yena Iskandar Masoem-Atep, menjanjikan bakal melindungi tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Bandung.

Hal itu disampaikan Yena saat debat publik Pilkada Kabupaten Bandung tahap ketiga di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (28/11/2020).

Baca juga: Bagikan Beras dan Tiang Listrik Jelang Pilgub, Pria di Jambi Ditangkap 

Yena mengaku paham betul apa yang dialami oleh para tenaga kesehatan, mengingat latar belakangnya yang seorang apoteker.

"Untuk strategi penangan Covid-19 di Kabupaten Bandung ada dua hal yang harus dilakukan, bagaimana kita menangani penyakitnya, bagaimana kita menangani dampak," ujar Yena.

"Menangani penyakit ada dua hal yang harus kita lakukan, yakni bagaimana kita melindungi masyarakat dari pandemi Covid-19, yang kedua kita melindungi garda terdepan seperti tenaga kesehatan dan kepolisian yang berhadapan langsung dengan masyarakat," imbuhnya.

Tak hanya melindungi tenaga kesehatan, pasangan tersebut juga berjanji memberikan stimulus kepada ekonomi yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Di antaranya pertanian dan peternakan, UMKM serta simpan pinjam modal.

"Penanganan dampak, kita memberikan stimulus pada ekonomi kerakyatan seperti pertanian, peternakan, umkm, penambahan pupuk gratis, pemberian bibit dan memberikan pinjaman modal serta bekerja sama dengan asuransi. Kemudian, memprioritaskan program padat karya, seperti membangun irigasi pertanian dan trotoar," tutur Yena.

Di samping itu, Yena menyinggung masih minimnya sosialisasi kepada masyarakat. Karenanya, sejak awal ia bersama rekan kerja tenaga kesehatan sering kali membuat sebuah peringatan akan dampak dari Covid-19 di pojok setiap apotek atau pun di tempat umum.

Dia memandang, rendahnya tingkat pendidikan di Kabupaten Bandung menjadi kendala petugas memberikan informasi terkait pencegahan penularan Covid-19. Sehingga, banyak warga yang tak mematuhi protokol kesehatan bahkan angka penularan terus meningkat.

"Contoh massa anak sekolah ini kan rata rata 8 tahun saja, artinya masih banyak masyarakat yang kurang memahami atau rendah tingkat pendidikannya. Itu harus masif memberikan edukasi pada mereka dengan melibatkan kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan teman-teman komunitas yang bisa memberikan edukasi pada masyarakat. Rendahnya pendidikan itu berpengaruh sekali sehingga mereka kurang mematuhi protokol kesehatan," jelas dia.

Sementara Atep, berencana mendirikan program rumah dahsyat siaga, guna pencegahan dan penanganan dampak Covid-19.

Rumah siaga ini akan melibatkan setiap unsur terkecil, bahkan melibatkan pemuda di lingkungan terkait. Dengan adanya rumah dahsyat siaga ini, Atep yakin mampu meminimalisir masalah yang ditimbulkan Covid-19.

"Kita akan ada kampung dahsyat, dimana kita akan kolaborasi dengan desa, RW, RT, para pemuda untuk peduli. Karena kita tidak bisa sendiri, kita harus bantu masyarakat yang ada di bawah yang bersentuhan langsung dengan garda terdepan, saya yakin kampung dahsyat bisa meminimalisir masalah-masalah seperti pandemi dan narkoba," tandasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0