Dukung Kritik Ahok, Relawan Jokowi: Tujuannya Naikkan Kinerja Pertamina

Apa yang disampaikan Ahok menurut Suhadi harus direspons positif
Mochammad Rizki - Nasional,Rabu, 16-09-2020 22:15 WIB
Dukung Kritik Ahok, Relawan Jokowi: Tujuannya Naikkan Kinerja Pertamina
C Suhadi. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melontarkan kritik keras terhadap perusahaan BUMN tersebut.

Mulai dari masih adanya 'permainan', manipulasi gaji pejabat, hingga keinginan Pertamina untuk mengeksplorasi minyak di luar negeri, sementara di Indonesia menurut Ahok masih banyak cekungan yang bisa dioptimalkan, dan hal-hal lainnya. 

Kritik tersebut ia sampaikan dalam sebuah video yang beredar luas di YouTube. Koreksi internal Ahok ini mendapat dukungan. 

Baca juga: Tak Ingin Pertamina Hancur, Rizal Ramli Sarankan Jokowi Ganti Posisi Ahok di Pertamina dengan Jonan

"Apa yang dilakukan oleh Ahok itu sudah benar, karena tujuan dia adalah bagaimana menaikan kinerja Pertamina ini dalam kondisi yang lebih sehat, lebih maju dan transparan," ujar Ketua Umum Negeriku Indonesia Jaya (Ninja), organisasi relawan pendukung Jokowi dan Ahok, C Suhadi, Rabu (16/9/2020). 

Jika bukan Ahok, menurut Suhadi takkan ada yang berani membuka kondisi atau permasalahan yang ada di Pertamina. 

"Padahal kita tahu bahwa Pertamina merupakan sebuah perusahaan minyak besar yang dimiliki Republik Indonesia ini, sehingga sangat berpotensi memperoleh keuntungan yang sangat besar pula. Namun pada kenyataannya masih mengalami kerugian dan ini menjadi pertanyaan yang harus ditemukan solusinya," tuturnya. 

Atas itu, kata Suhadi langkah-langkah pembenahan yang dilakukan Ahok harus diapresiasi. Kritik tersebut menurutnya harus direspons positif, bukan malah sebaliknya. 

Ia mempertanyakan balik pihak-pihak yang meminta Ahok mundur atau diganti dari jabatannya sebagai Komut. 

"Berarti dia ada kemungkinan memiliki kepentingan secara khusus, hal tersebut tidak boleh terjadi," jelasnya. 

"Sudahlah negeri ini harus berubah dalam konteks apapun. Bukan hanya di Pertamina tentunya, tapi juga di sektor-sektor lain misalnya di perusahaan pelat merah dimana dia harus menghasilkan devisa bagi negara dan transparan," imbuh Suhadi. 

Ninja turut mendukung langkah pembentukan super holding, sebagai pengganti Kementerian BUMN, yang dinilai Ahok perlu dibubarkan. Terlebih jika keputusan itu dianggap yang terbaik. 

Namun, kata Suhadi perubahan tersebut takkan mudah, mengingat ada aturan yang harus direvisi. Karena itu ia mengingatkan pihak-pihak yang tak setuju, untuk tidak tergesa-gesa bersikap. 

"Namun semua itu seperti yang sudah saya katakan tadi bahwa tidak akan semudah atau segampang itu. Karena kementerian ini kan diatur oleh undang-undang. Kalau ada serikat pekerja tidak mau dibawa ke holding itu hal yang wajar," tuturnya. 

"Pada intinya sebagai relawan Jokowi saya mendukung Ahok untuk melanjutkan perbaikan di Pertamina ke depan," tandas pria yang juga advokat ini. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0