5 Anak SD Diduga Perusuh Demo Omnibus Law Ditangkap Polisi

Hampir semua pelajar yang ditangkap juga tak paham Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Mereka hanya terhasut untuk menyusupi...
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Rabu, 14-10-2020 15:53 WIB
5 Anak SD Diduga Perusuh Demo Omnibus Law Ditangkap Polisi
Ada pelajar Sekolah Dasar dalam aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja/ist

Jakarta, Nusantaratv.com- Polda Metro Jaya menangkap 1.377 orang dalam kerusuhan demo tolak Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Mirisnya, ada 5 anak Sekolah Dasar berusia 10 tahun yang juga ikut diamankan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan 80 persen atau hampir 900 orang dari jumlah keseluruhan yang ditangkap adalah pelajar.

“Bahkan ada 5 anak SD yang umurnya sekitar 10 tahun. Sama mereka menyampaikan, saya diundang dan diajak untuk melakukan kerusuhan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menirukan keterangan si bocah SD, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/10).

Baca juga: Polisi Tangkap 1000 lebih Pendemo, Berdesakan, LBH Khawatir Soal Peningkatan Covid-19

Sisanya merupakan kelompok mahasiswa dan para penganggur. 

Selain itu, hampir semua pelajar yang ditangkap juga tak paham Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Mereka hanya terhasut untuk menyusupi unjuk rasa agar berakhir anarkis.

“Bukti-bukti yang kami temukan dari HP pun ada. Bahkan di grup mereka pun ada. Mereka ada yang tanggal 8 sudah ikut, sekarang berangkat lagi ini yang akan kami selidiki semuanya,” jelas Yusri.

Yusri menegaskan para pelajar ini tidak boleh menjadi korban apalagi alat hanya untuk membuat kerusuhan. Sebab, mereka bisa menjadi sangat anarkis jika kondisi ini dibiarkan.

“Kami sudah razia pun di dalam tasnya ada yang membawa ketapel, ada yang membawa batu, macam-macam. Bahkan yang diamankan oleh Polres Jakpus ada yang membawa golok,” pungkas Yusri.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0