Wa Ode Nur Zainab Jadi Korban Salah Sasaran Preman di Cianjur

Mobil yang terparkir dirusak segerombolan orang dengan membawa senjata tajam
Arfa Gandhi - Nasional,Senin, 12-10-2020 06:55 WIB
Wa Ode Nur Zainab Jadi Korban Salah Sasaran Preman di Cianjur
Mobil milik Wa Ode Nur Zainab dirusak orang tak dikenal / Foto: Ist

Jakarta, Nusantaratv.com - Mobil milik pengacara kondang Wa Ode Nur Zainab dirusak sejumlah orang tak dikenal di Cianjur, Jawa Barat, Jumat (9/10/2020) lalu.

Kala itu, Wa Ode yang ditemani La Ode Ahmad dan seorang driver hendak ingin membeli sepatu di outle kampung Brasco, setelah melihat pemandangan Kota Bunga dari ketinggian.

Tanpa disangka, mobil yang terparkir dirusak segerombolan orang yang masuk area parkir outlet dengan membawa senjata tajam.

Menurut beberapa orang saksi di sekitar TKP perusak mobil mantan anggota DPR RI itu merupakan preman-preman kriminal yang diduga terindikasi bekerja pada PT. MPM.

"Saya syok banget ketika mendapat info bahwa ada segerombolan orang masuk area parkir outlet dengan membawa golok, samurai dan batu besar, mendatangi mobil saya dan langsung merusak mobil dengan bengis dan membabi buta," kata Wa Ode, Minggu (11/10/2020) malam.

"Dari rekaman CCTV, mereka tidak amatir. Tampak kekerasan yang mereka lakukan itu terstruktur dan terencana dengan baik. Hanya saja mereka salah sasaran atau target," sambungnya.

"Saat itu saya minta manajer outlet untuk bantu memberikan rekaman CCTV yang ada di sekitar TKP. Akhirnya saya ikut polisi ke Polsek, sedangkan La Ode Ahmad saya minta untuk tetap di outlet mengawal rekaman CCTV," ujarnya.

Selain itu, menurut saksi mata dilokasi yang mendengar soal preman-preman dari PT MPM mengatakan bahwa ini merupakan korban salah sasaran. Sebab, sebelumnya ada konflik antara PT. MPM dengan masyarakat penggarap tanah. 

"Saya adalah korban kekerasan yang dilakukan oleh preman PT. MPM, menurut seseorang yang mendengar pembicaraan preman PT. MPM tersebut," katanya.

"Mereka mengincar pemilik mobil yang katanya dari Cianjur. Namun karena pemilik mobil ngumpet, mereka menghancurkan mobilnya," lanjutnya.

Mengetahui hal tersebut, wanita kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara itu menegaskan bahwa dirinya tak ada urusan pada konflik antara PT. MPM dengan masyarakat penggarap tanah.

"Jelas-jelas saya bukan orang Cianjur dan bukan datang dari Cianjur. Saya dari Jakarta dan hendak pulang Bandung via Cianjur dan rencana istrahat semalam di Bakul Sunda," tegasnya.

Wa Ode juga berharap pihak kepolisian dapat mengusut kasus ini hingga tuntas. Sebab, aksi salah sasaran para preman tersebut sangat membahayakan dan merugikan.

"Saya berharap Polres Cianjur bisa segera menangkap pelaku kejahatan atau kriminal yang terindikasi dari PT. MPM, dan bisa segera ungkap motif mereka dan siapa dalangnya," tegasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
3
wow
0