Robertho Rouw Lega Kembali Dapatkan Hak Kepemilikan dari Penyerobot Tanah

Sebelumnya Robertho Rouw sudah berkali-kali melakukan mediasi serta negosiasi kepada oknum tersebut
Arfa Gandhi - Nasional,Sabtu, 10-10-2020 17:30 WIB
Robertho Rouw Lega Kembali Dapatkan Hak Kepemilikan dari Penyerobot Tanah
Robertho Rouw / Foto: Arf18

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemilik kavling di Komplek Departemen Dalam Negeri, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Robertho Rouw mengaku lega setelah Polresta Depok berhasil mengamankan beberapa oknum yang mengaku ahli waris dari tanah miliknya.

Sebagai informasi, sejumlah oknum yang mengaku ahli waris dari Pangeran Achmad Bolonson Wangsa Mataraja Wijaya Negara sebelumnya diduga menguasi delapan kavling tanah yang diantaranya milik Robertho Rouw.

Setelah melakukan beberapa kali mediasi yang tak berujung, akhirnya hari ini, Sabtu (10/10/20) para pemilik kavling pun terpaksa meminta bantuan hukum kepada Polresta Depok untuk mengambil hak tanah mereka yang diduduki para oknum-oknum tersebut.

Dalam mediasi yang dilakukan bersama pihak kepolisian, sejumlah oknum yang mengaku sebagai ahli waris tidak bisa memberikan bukti keabsahan atas kepemilikan tanah. Itikad baik dari pihak Robertho sudah dilakukan, namun tampaknya tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh.

Pihak kepolisian akhirnya membawa sejumlah orang yang diduga menduduki tanah tersebut ke kantor Polisi di Depok, Jawa Barat untuk dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu, Robertho mengatakan bahwa dirinya sudah berkali-kali melakukan mediasi serta negosiasi kepada oknum tersebut. Namun, mereka tetap ngotot kalau tanah ini milik Pangeran Achmad Bolonson yang sudah diwariskan kepada para oknum tersebut.

"Selama ini kami sudah cukup baik bernegosiasi menyampaikan bahwa ini hak kami sesuai ketentuan hukum yang berlaku sertifikat ini masih berlaku dan diakui oleh negara kami juga masih bayar pajak sebagai warga negara yang baik tetapi ada orang-orang yang mengatasnamakan eigendom yang menurut kami kekuatan hukumnya sangat lemah dan mengakui ini secara hukum belum jelas," kata Robertho dilokasi.

"Kami tidak tau kapan dia masuk ketempat ini, tetapi kami sudah beli tanah ini dari tahun 2005 dan tahun 2006 sudah balik nama dan selama itu tidak pernah ada masalah kami selalu bayar pajak. Tapi setelah tahu tanah ini diduduki sejumlah oknum dan ingin dibangun, kami datang dan sempat bernegosiasi soal lahan ini dan saya membawa sertifikat asli, sementara dia tidak, tapi dia bilang surat kami sudah tidak berlaku. Ini negara hukum tidak bisa premanisme," sambungnya.

Terlepas dari itu, Robertho juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian, khususnya Polresta Depok yang sudah memberikan bantuan hukum untuk mengambil alih tanah yang sudah dikuasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kami sebagai pemilik kavling yang bersertifikat, sebagai warga negara kami mengucapkan termikasih yang sebesar-besarnya kepada polisi khususnya Polres Depok dalam hal melindungi warga negara," ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Harda Reskrim Polresta Depok, M Simare Mare mengatakan bahwa pihaknya hanya memberikan pelayan dan perlindungan terhadap masyarakat berdasarkan undang-undang. 

Sebab, ada delapan unit tanah yang diduduki oleh sejumlah oknum tersebut dengan cara memasang plang dan menempati lahan tersebut.

"Ini bentuk layanan kepolisian khususnya Polresta Depok karena ada delapan lokasi tanah yang diduduki oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab dengan cara memasang plang dan menempati lahan, kemudian dengan adanya pemilik-pemilik yang sah ini dan memiliki SHM, maka oknum-oknum tersebut tidak memiliki dasar untuk menguasai dan beraktifitas diatas lahan tersebut," kata Simare Mare.

Ia juga mengungkapkan, bahwa sebelum pihaknya melakukan pemeriksaan, dan pada saat pihak tersebut tidak bisa menunjukkan surat tanah ia membawa sejumlah oknum tersebut ke kantor polisi.

"Pihak kepolisian selanjutnya melakukan penyelidikan bahwa sertifikat mereka ini terdaftar semua dengan objeknya juga ada disini sesuai koordinasi dengan BPN. Sementara pihak yang mengakui lahan tersebut tidak ada surat-suratnya," pungkasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
1
sad
0
wow
0