Puan Harap Daging Kurban Diberi ke Masyarakat Terdampak Pandemi

Dengan berkurban, solidaritas sosial diharapkan muncul dalam mengatasi pandemi
Mochammad Rizki - Nasional,Jumat, 31-07-2020 10:44 WIB
Puan Harap Daging Kurban Diberi ke Masyarakat Terdampak Pandemi
Puan Maharani.

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah kepada umat Islam yang merayakan. Menurut dia, idul adha tahun ini begitu berbeda karena berlangsung di tengah wabah virus corona. 

Puan mengaku turut prihatin atas dampak negatif pandemi Covid-19 yang dialami masyarakat. 

Baca juga: Besok Wapres Ma'ruf Salat Id di Rumah Dinas 

"Kepada umat Muslim Indonesia yang saya cintai, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 Hijriyah," ujar Puan dalam keterangannya, dikutip Jumat (31/7/2020). 

"Tahun ini kita merayakan Idul Adha di tengah keprihatinan akibat pandemi Covid-19. Begitu banyak warga Muslim Indonesia dan seluruh dunia yang tidak bisa melaksanakan ibadah haji seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya ikut merasakan kesedihan saudara-saudara kita yang tidak bisa berangkat haji tahun ini," imbuhnya. 

Kendati tengah merayakan hari raya idul adha, Puan mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena pada dasarnya hal itu turut diperintahkan dalam agama. 

"Namun kita tidak boleh mengabaikan kesehatan dan keselamatan. Kita belajar keikhlasan dan kepasrahan Nabi Ibrahim ketika menerima kehendak Allah SWT," tuturnya. 

Mengenai ibadah haji, kata Puan, DPR akan terus mengingatkan pemerintah. Agar nantinya ada rencana matang dan memenuhi rasa keadilan dalam keberangkatan haji tahun depan. 

"Insya Allah tahun depan ibadah haji bisa dilaksanakan, sehingga mereka-mereka yang tahun ini gagal melaksanakannya akan dapat berangkat," jelasnya.

Puan juga mengimbau agar daging kurban bisa dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Khususnya mereka yang terdampak pandemi. 

"Distribusi daging kurban dapat melengkapi bantuan sembako kepada mereka yang terdampak pandemi Covid-19. Tentu saja prosesi kurban hingga pembagiannya harus tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19," kata dia. 

Berkurban sendiri, menurutnya bisa dimaknai secara luas sebagai bentuk kerelaan untuk berbagi dan peduli dengan sesama. Serta menciptakan solidaritas sosial dan memupuk gotong-royong guna mengatasi wabah corona. 

"Kita telah melihat pengorbanan para tenaga medis yang rela mengorbankan segalanya di garda terdepan melawan virus corona. Kita juga melihat para warga yang tidak mudik, termasuk di hari raya idul adha kali ini, rela mengorbankan silaturahim fisik dengan kerabatnya demi pencegahan penularan Covid-19," papar dia. 

Kerelaan berkorban dan keikhlasan semua pihak untuk bahu-membahu mengatasi Covid-19 dan dampaknya, kata Puan masih terus kita butuhkan. Mengingat penularan corona masih terus terjadi.

"Semoga dengan kerja keras dan gotong-royong seluruh komponen bangsa, disertai keikhlasan dan kepatuhan seperti teladan Nabi Ibrahim ketika menerima perintah kurban, bangsa ini segera bisa melewati masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19," tandas politikus PDI Perjuangan ini. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0