Presiden Prancis Hina Islam dan Nabi Muhammad, Begini Reaksi Ustadz Abdul Somad

Prancis Memohon Kepada Grand Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib Agar Membantunya Menghentikan Gelombang Boikot Produk-produk...
Adiantoro - Nasional,Kamis, 29-10-2020 08:29 WIB
Presiden Prancis Hina Islam dan Nabi Muhammad, Begini Reaksi Ustadz Abdul Somad
Ustadz Abdul Somad. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina Islam dan Nabi Muhammad menuai kecaman dari sejumlah pihak. Bahkan gelombang protes juga datang dari umat Kristen di Arab.

Presiden Macron menyebut, dirinya tidak melarang penerbitan kartun Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan berekspresi. Penceramah kondang Ustadz Abdul Somad turut bereaksi terhadap isu yang telah menjadi perhatian negara-negara Islam di dunia tersebut.

Dai kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara (Sumut), 43 tahun silam itu, menanggapi isu penghinaan terhadap umat Islam ini dengan mengunggah tulisan dari Journal Al-Azhar. UAS, sapaan akrabnya, menuliskan keterangan foto dengan judul 'AL-AZHAR Tegas Tolak Negosiasi Prancis'.

Disebutkannya, Dubes (Duta Besar) Prancis memohon kepada Grand Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib agar membantunya untuk menghentikan gelombang boikot produk-produk Prancis, namun permintaan tersebut ditolak.

Baca Juga: Ucapan Anti Islam Presiden Prancis Bikin Gaduh, Indonesia Didesak Bertindak Tegas

Kami tidak menerima negoisasi terkait kasus penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan Macron harus segera meminta maaf - tulis UAS di akun Instagram pribadinya @ustadzabdulsomad_official, yang dikutip Nusantaratv.com, Kamis (29/10/2020).

Kata Syaikh Ali Jumah, 'Orang yang menggambar dan menistakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang dungu anaknya orang dungu dan orang tuanya telah gagal mendidiknya' - lanjutnya.

Diketahui, Indonesia juga mengecam sikap Presiden Macron soal penerbitan karikatur Nabi Muhammad. Kecaman pemerintah terhadap sikap Presiden Macron disampaikan langsung kepada Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard.

Kemlu telah memanggil Duta Besar Prancis pada hari ini. Dalam pertemuan tersebut Kemlu menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam - ujar Juru Bicar (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Teuku Faizasyah, di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0