Prabowo Subianto Bakal Seret Edhy ke Penjara

Prabowo Subianto Mengaku Siap Langsung Menyeret Kadernya ke Penjara Jika Terbukti Korupsi.
Adiantoro - Nasional,Rabu, 25-11-2020 11:40 WIB
Prabowo Subianto Bakal Seret Edhy ke Penjara
Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama sejumlah orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) saat ini masih dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Edhy ditangkap lembaga antirasuah itu setelah kembali dari Honolulu, Amerika Serikat (AS), setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, pada Rabu (25/11/2020) dini hari. Politisi Partai Gerindera itu ditangkap terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor benih lobster.

Menoleh pada gelaran pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Ketika itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku siap langsung menyeret kadernya ke penjara jika terbukti korupsi.

Saya jamin tidak ada koruptor (di Partai Gerindra). Kalau ada yang korupsi saya yang akan masukin penjara sendiri - kata Prabowo dalam debat capres di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019) malam.

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu mengutarakan hal itu ketika ditanya Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) terkait data dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut banyak caleg Partai Gerindra pada Pileg 2019 berlatar mantan narapidana korupsi.

Itu mungkin ICW, tapi saya belum dapat laporan itu. Itu sangat subjektif, saya tidak setuju. Saya seleksi caleg-caleg, kalau ada bukti silakan lapor ke kami - cetus Prabowo.

Di sisi lain, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan pihaknya akan segera menyampaikan penjelasan resmi terkait penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut.

Mohon kita beri waktu tim kedeputian penindakan bekerja dulu - jelas pria kelahiran Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), 57 tahun silam itu.

Terkait penangkapan terhadap politisi Partai Gerindra itu, Firli menegaskan tetap menunjung tinggi asas praduga tidak bersalah.

Kita masih ada waktu untuk membuat terang dugaan korupsi ini - tukas Firli.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1