Jumhur dan Syahganda Jadi Tersangka, Andi Arief: Mereka Berjasa dalam Perjuangan Reformasi

Penangkapan Anggota KAMI Terkait Demo Menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang Berakhir Ricuh.
Adiantoro - Nasional,Kamis, 15-10-2020 17:46 WIB
Jumhur dan Syahganda Jadi Tersangka, Andi Arief: Mereka Berjasa dalam Perjuangan Reformasi
Jumhur Hidayat. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Anggota Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditetapkan menjadi tersangka oleh Polri. Mereka adalah Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan dan Anton Permana.

Menanggapi penetapan tersangka terhadap koleganya itu, Ketua Bapillu Partai Demokrat Andi Arief mengaku sedih. Menurut jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, Syahganda dan Jumhur berjasa dalam perjuangan reformasi.

Untuk itu, Andi Arief menilai tidak tepat jika mereka dijadikan sebagai tersangka dan dijerat dengan Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga: Petinggi KAMI Gagal Jenguk Rekan, Ini Penjelasan Polisi

Saya sedih dan menangis melihat @syahganda dan @jumhurhidayat dkk dipertontonkan ke muka umum seperti teroris. Mereka berdua ada jasanya dalam perjuangan reformasi. UU ITE tidak tepat diperlakukan begitu, bahkan untuk kasusnya juga tidak tepat disangkakan - ujar Andi Arief di akun Twitter pribadinya, yang dikutip Nusantaratv.com, Kamis (15/10/2020).

Diketahui, Tim Cyber Bareskrim Polri menangkap delapan orang dari KAMI. Penangkapan itu terkait demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh.

Polri menyebut penangkapan kedelapan orang itu bermula dari percakapan di grup WhatsApp. Dari delapan anggota KAMI yang ditangkap, empat di antaranya dari Medan yakni Juliana, Devi, Khairi Amri serta Wahyu Rasari Putri. Sedangkan empat lainnya di Jakarta yaitu Anton Permana, Syahganda, Jumhur dan Kingkin.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0