Jadi Korban Salah Sasaran, Polsek Pacet Tak Terima Laporan Wa Ode, Ada Apa?

Polsek Pacet tak menerimanya dan mengarahkan agar membuat LP di Polres Cianjur
Arfa Gandhi - Nasional,Senin, 12-10-2020 09:40 WIB
Jadi Korban Salah Sasaran, Polsek Pacet Tak Terima Laporan Wa Ode, Ada Apa?
Mobil Wa Ode Nur Zainab dirusak orang tak dikenal di Cianjur / Foto: ist

Jakarta, Nusantaratv.com - Pengacara kondang Wa Ode Nur Zainab menjadi korban salah sasaran sejumlah preman di Cianjur, Jawa Barat, Jumat (9/10/2020) lalu.

Kala itu, mobil Wa Ode yang terparkir di sebuah outlet kampung Brasco dirusak segerombolan orang yang masuk area parkir dengan membawa senjata tajam.

Menurut beberapa orang saksi di sekitar lokasi, perusak mobil mantan anggora DPR RI itu merupakan preman-preman kriminal yang diduga terindikasi bekerja pada PT. MPM.

Baca juga: Ini Kronologi Mobil Wa Ode Nur Zainab Dirusak Preman Salah Sasaran

"Saya syok banget ketika mendapat info bahwa ada segerombolan orang masuk area parkir outlet degan membawa golok, samurai dan batu besar, mendatangi mobil saya dan langsung merusak mobil dengan bengis dan membabi buta," kata Wa Ode, Minggu (11/10/2020) malam.

Pihak kepolisian dari Polsek Pacet pun datang ke lokasi parkir outlet untuk melihat TKP, dan mengambil beberapa batu besar, golok dan pecahan kaca mobil yang berserakan sebagai barang bukti.

Namun, saat mantan anggota DPR RI itu ingin membuat laporan Polisi (LP), pihak Polsek Pacet tak menerimanya dan mengarahkan agar membuat LP di Polres Cianjur.

"Saat di Polsek, rencana saya buat LP, tapi rupanya Polsek tidak sanggup dan minta saya untuk buat LP ke Polres Cianjur," ungkapnya.

Wa Ode juga mendapat informasi kalau belum lama ini ada konflik antara PT. MPM dengan masyarakat penggarap tanah.

Baca juga: Wa Ode Nur Zainab Jadi Korban Salah Sasaran Preman di Cianjur

"Dibelakang PT. MPM banyak aparat berpangkat jenderal. Barangkali faktor itulah yg membuat Polsek tadak berani untuk menerima laporan polisi dari saya," ujarnya.

Meski begitu, ia juga berharap agar Polres Cianjur mampu mengusut kasus ini hingga tuntas. Sebab, aksi salah sasaran para preman tersebut sangat membahayakan dan merugikan.

"Saya tidak kenal mereka.. dan saya tidak ada urusan dengan orang-orang di sana��
Sepertinya preman2 itu salah sasaran/target," jelasnya.

"Ini kriminal. Harus diusut tuntas, apa motifnya.. dan siapa dalangnya��. Sepertinya ada masalah besar yang dihadapi perkebunan PT. MPM dengan masyarakat penggarap tanah.. PT. MPM dibekingin jenderal2. Tapi saya sama sekali tidak ada urusan dengan mereka."

"Saya berharap Polres Cianjur bisa segera menangkap pelaku kejahatan atau kriminal yang terindikasi dari PT. MPM, dan bisa segera ungkap motif mereka dan siapa dalangnya," tegasnya.

Sebagai informasi, munculnya dugaan preman yang terindikasi bekerja pada PT. MPM diketahui dari beberapa saksi mata dilokasi.

Selain itu, fakta dari rekaman CCTV juga memperlihatkan mereka seperti orang yang membuntuti kendaraan Wa Ode sejak melintas di jalan sekitar perkebunan PT. MPM.

Hal itu juga dikuatkan dengan adanya fakta dari sepatu boot yang mereka kenakan saat berjaga-jaga di pos perkebunan PT MPM yang dilewati Wa Ode saat menuju puncak 2 untuk melihat pemandangan Kota Bunga dari ketinggian.

Menurut seseorg saksi mata dilokasi yang mendengar pembicaraan soal preman PT. MPM mengatakan, "mereka mengincar pemilik mobil yang katanya dari Cianjur. Namun karena pemilik mobil ngumpet, mereka menghancurkan mobilnya."

Mengetahui hal tersebut, wanita kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara itu menegaskan bahwa dirinya tak ada urusan pada konflik antara PT. MPM dengan masyarakat penggarap tanah.

"Jelas-jelas saya bukan orang Cianjur dan bukan datang dari Cianjur. Saya dari Jakarta dan hendak pulang Bandung via Cianjur dan rencana istrahat semalam di Bakul Sunda," tegasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0