Ini Tiga Peran Ilmuwan Muslimah di Tengah Pandemi COVID-19

Majelis Ilmuwan Muslimah Perlu Berkontribusi Nyata Terhadap Pemutusan Wabah COVID-19.
Adiantoro - Nasional,Sabtu, 04-07-2020 09:28 WIB
Ini Tiga Peran Ilmuwan Muslimah di Tengah Pandemi COVID-19
Menag Fachrul Razi. (Humas Kemenag)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi meminta Majelis Ilmuwan Muslimah atau Majelis Alimat Indonesia memainkan tiga peran di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

Setidaknya ada tiga peran yang kita harap dapat dilakukan ilmuwan muslimah Indonesia untuk menghadapi pandemi covid-19 ini - kata Menag Fachrul Razi, di Jakarta, saat memberi sambutan secara daring pada pelantikan Pengurus Pusat (PP) dan Wilayah Majelis Ilmuwan Muslimah periode 2019-2023, Jumat (3/7/2020).

Peran yang dimaksud menteri asal Banda Aceh itu, pertama, Majelis Ilmuwan Muslimah perlu berkontribusi nyata terhadap upaya pemutusan akan meluasnya wabah COVID-19.

Upaya pemutusan ini tentunya dapat disesuaikan dengan latar akademik, keahlian, dan kemampuan berbasis keilmuan masing-masing - lanjutnya.

Menag Fachrul Razi memberikan contoh ilmuwan muslimah di bidang riset kesehatan diharapkan dapat berkontribusi melahirkan inovasi-inovasi produktif terhadap penanggulangan COVID-19.

Syukur-syukur bisa menemukan obat atau vaksin yang mampu membunuh virus corona secara efektif - tambah Menag Fachrul Razi.

Kedua, mantan Wakil Panglima TNI (1999-2000) itu, meminta Majelis Ilmuwan Muslimah harus berperan memastikan agar tidak terjadinya hilangnya generasi terdidik.

Wabah COVID-19 memang tengah mewabah, tetapi itu bukan menjadi legitimasi akan berakhirnya proses-proses pendidikan di lingkungan kita. Jika proses pendidikan berhenti karena COVID-19, maka kita sebagai bangsa tentu akan kehilangan generasi-generasi terdidik yang akan melanjutkan misi kehidupan kita - terangnya.

Peran ketiga, kata Menag Fachrul Razi, Majelis Ilmuwan Muslimah harus mampu menenteramkan batin bagi keluarga masing-masing. Terlebih, pandemi COVID-19 sangat berpotensi melahirkan ketidakstabilan emosi, sehingga anak-anak sering menjadi korban.

Senada dengan Menag Fachrul Razi, Ketua Umum Majelis Alimat Indonesia periode 2019-2023 Amany Lubis menuturkan keberadaan majelis yang merupakan wadah ilmuwan-ilmuwan muslimah ini diharapkan dapat menunjukkan kiprah positif bagi negara.

Kami berharap pengurus yang baru ini dapat berkiprah positif untuk menghasilkan hal yang dibutuhkan negara dan kemanusiaan - ucap Amany.

Salah satu perubahan yang ada dalam kepengurusan Majelis Alimat Indonesia kali ini, kata Amany, yakni keberadaan Bidang Kesehatan.

Untuk pertama kalinya, dalam kepengurusan Majelis Alimat ada bidang kesehatan. Di tengah pandemi COVID-19 ini, kami berharap para ilmuwan muslimah di bidang kesehatan ini diharapkan dapat menunjukkan perannya - tukas perempuan yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Sejak berdirinya hingga saat ini, Majelis Alimat Indonesia telah dipimpin oleh tiga orang ilmuwan muslimah. Pertama MAI dipimpin Nabilah Lubis selama dua periode, kemudian dilanjutkan Irid F. Agoes selama dua periode, dan selanjutnya Amany Lubis. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0