Gus Nur Ditangkap, PWNU DKI Jakarta Apresiasi Respon Cepat Aparat Penegak Hukum

Seharusnya Gus Nur Memberikan Ceramah dengan Sejuk dan Lemah Lembut.
Adiantoro - Nasional,Senin, 26-10-2020 11:52 WIB
Gus Nur Ditangkap, PWNU DKI Jakarta Apresiasi Respon Cepat Aparat Penegak Hukum
Ketua PWNU DKI Jakarta KH Syamsul Ma'arif. (Adiantoro/NTV)

Jakarta, Nusantaratv.com - Penceramah Sugi Nur Raharja alias Gus Nur ditangkap oleh anggota Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri atas kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan, pada Sabtu (24/10/2020) dini hari, di kediamannya di Malang, Jawa Timur (Jatim).

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Syamsul Ma'arif mengapresiasi respon cepat aparat penegak hukum terhadap penangkapan Gus Nur. 

Menurutnya, Gus Nur telah beberapa kali melakukan ujaran kebencian, penghinaa, terutama kepada NU secara institusi, maupun tokoh-tokoh NU secara pribadi.

"PWNU DKI Jakarta memberikan apresiasi setingi-tinginya kepada penegak hukum dalam hal ini aparat kepolisian. Karena memang Gus Nur ini sudah beberapa kali melakukan ujaran kebencian, penghinaan, terutama kepada NU, baik secara institusi maupun terhadap tokoh-tokoh NU secara pribadi," ujar KH Syamsul Ma'arif kepada Nusantaratv.com, Senin (26/10/2020).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, penangkapan terhadap Gus Nur harus dilakukan oleh aparat penegak hukum supaya menjadi pembelajaran bagi orang lain.

"Ini harus betul-betul dilakukan oleh aparat penegak hukum untuk memberikan pendidikan, terutama bisa menimbulkan efek jera kepada yang bersangkutan," lanjutnya.

Selama ini Gus Nur kerap disimbolkan sebagai seorang ustadz, padahal, ungkap tokoh muda NU ini, seharusnya sebagai seorang ustadz, Gus Nur harusnya memberikan ceramah dengan sejuk, damai, dan lemah lembut, bukan malah memecah belah umat Islam.

"Tapi yang disampaikan Gus Nur itu justru ujaran kebencian dengan narasi yang mengundang perpecahan di antara umat Islam," tambah KH Syamsul Ma'arif.

Diakuinya, jika pihaknya paling awal meminta kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PWNU dan LBH Ansor DKI Jakarta agar mempelajari peristiwa hukum terhadap Gus Nur.

"Saya termasuk orang yang awal sekali meminta kepada Lembaga Bantuan Hukum PWNU maupun LBH Ansor DKI Jakarta untuk meneliti ucapan Gus Nur ini. Apakah memiliki delik hukum apa tidak? Jika memenuhi unsur-unsur delik hukum, maka agar segera diproses secara hukum," tukasnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu beredar video berdurasi kurang lebih 2.43 menit berisi pembicaraan atau wawancara antara Gus Nur dengan Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun. Dalam pembicaraan itu terdapat materi yang menyudutkan salah satu ormas Islam terbesar di Tanah Air tersebut.
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0