8 Anggota TNI AD Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Rumah Dinkes di Papua

Berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi dan alat bukti maka penyidik menyimpulkan dan menetapkan 8 orang sebagai tersangka
Raymond - Nasional,Jumat, 13-11-2020 09:07 WIB
8 Anggota TNI AD Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Rumah Dinkes di Papua

Nusantaratv.com - Komandan Puspomad Letjen TNI Dodik Wijanarko menyebutkan, bahwa setidaknya ada delapan orang oknum prajurit TNI AD diduga melakukan pembakaran Rumah Dinas Kesehatan di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua, pada Sabtu (19/9) lalu. Hal ini ia sampaikan dalam konferensi pers di Markas Puspomad, Jakarta.

Sejumlah tersangka diduga melanggar pasal 187 ayat 1 KUHP dan pasal 55 ayat 1 KUHP. "Berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi dan alat bukti maka penyidik menyimpulkan dan menetapkan 8 orang sebagai tersangka," tegasnya, kemarin di Jakarta.

Seperti diketahui, kedelapannya yakni Kapten Inf SA, Letda Inf KT, Serda MFA, Sertu S, Serda ISF, Kopda DP, Pratu MI, dan Prada MH. Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad) menetapkan mereka sebagai tersangka.

Ia mengatakan, bahwa penetapan tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan tim gabungan yang terdiri atas Puspomad, Satuan Intelijen Angkatan Darat (Sintelad), Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad) dan Direktorat Hukum TNI AD (Ditkumad) dengan tim Kodam XVII/Cenderawasih. 

Puspomad juga telah memeriksa 11 Anggota TNI AD dan 1 orang warga sipil. "Saat ini Tim Gabungan dan Kodam XVII/cenderawasih sedang melengkapi berkas perkaranya dan apabila telah memenuhi syarat formal dan materiil akan segera dilimpahkan ke Oditur Militer III-19 Jayapura," ungkap Dodik.

Adapun dampak dari pembakaran tersebut, menyebabkan kerugian Rp1,3 miliar. Sementara itu, Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat (Kapusziad) Mayjen TNI Mohammad Munib menambahkan, bahwa TNI AD akan bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

Hal ini sesuai perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa Rumah Dinas Kesehatan akan dibangun ulang dengan biaya dibebankan kepada TNI AD.

"Kekuatan untuk membangun kembali rumah yang dihuni oleh enam kepala keluarga itu akan kita (TNI, red) kerahkan 30 orang. Kemudian perkiraan kita dengan 30 orang itu akan selesai dalam waktu 90 hari kerja atau dalam tiga bulan. Karena ini urgent jadi rencana kita mulai minggu depan sudah action, sudah ada kegiatan pembangunan kembali," tegasnya singkat.

Kronologi Pembakaran Rumah Dinkes 

Sebagai informasi, aksi pembakaran rumah dinas kesehatan diduga buntut dari rangkaian aksi penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani, Ketua Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Hitadipa di Intan Jaya yang tewas pada Sabtu, (19/9/2020) lalu.

Diketahui, dua hari sebelum insiden penembakan Yeremia, TNI disebut tengah mencari kelompok Organisasi Papua Merdeka atau yang mereka sebut sebagai kelompok kriminal bersenjata/KKB). Pencarian ini dilakukan setelah insiden penembakan yang menewaskan Pratu Dwi dari Yonif 711/RKS/Brigif 22/OTA di Kali Hiabu, Kamis (17/9/2020).

Selain itu, pada Sabtu (19/11/2020), TNI berjaga di pos Koramil Distrik Hitadipa dan menduduki sekolah satu atap (STP) Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Gereja Injili Hitadipa. Dalam aksi tersebut, TNI menyisir kampung dan membakar 2 dari 4 rumah dinas kesehatan yang ditempati warga.

Akibat aksi tersebut, warga memutuskan mengungsi dari Hitadipa, tetapi tidak bagi Yeremia dan keluarga. Yeremia tertembak ketika keluar mencari makan di daerah Hitadipa. Sebelum meninggal, Yeremia mengaku kepada istri ditembak karena dituduh menghabisi nyawa rekannya.

 

 

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0