Wisuda Online Dipersoalkan, UTA '45: Ini Aturan Kemendikbud

Kampus berencana berdialog dengan pihak-pihak yang menentang kegiatan tersebut
Mochammad Rizki - Nasional,Jumat, 31-07-2020 11:51 WIB
Wisuda Online Dipersoalkan, UTA '45: Ini Aturan Kemendikbud
Rudyono Darsono.

Jakarta, Nusantaratv.com - Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45) Jakarta menggelar wisuda secara virtual pada 27 Juli 2020 lalu. Wisuda daring atau online tersebut, merupakan arahan Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), guna mencegah penularan virus corona. 

"Kita tidak diperkenankan menggelar wisuda secara offline. Tapi, sesuai peraturan tetap harus menggelar wisuda bagi lulusan, Karenanya kita laksanakan secara online," ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan UTA '45 Jakarta, Rudyono Dharsono, Jumat (30/7/2020).

Baca juga: Nadiem: Keputusan Dibukanya Sekolah Saat Pandemi di Tangan Gugus Tugas 

Belakangan, wisuda model ini dipersoalkan. Muncul unggahan di media sosial (medsos) oknum mahasiswa dan calon peserta wisuda serta alumni UTA '45, yang menyudutkan pimpinan perguruan tinggi maupun institusi terkait hal itu, yang dinilai merugikan nama baik kampus. 

"Posting-an antara lain masalah pelaksana wisuda online yang dianggap tidak etis oleh pihak-pihak yang merasa keberatan. Padahal, apa yang kita lakukan ini sesuai dengan aturan dari Kemendikbud," tutur Rudyono.

Rudyono menjelaskan, karena situasi yang tidak menentu akibat corona, pihak kampus memutuskan menggelar wisuda virtual. Tidak ada paksaan dalam wisuda ini, karena menurutnya hanya ditawarkan kepada mahasiswa yang mau turut serta saja.

"Kampus tidak pernah memaksa bagi mahasiswa yang tidak ingin ikut serta, jadi kita mengakomodir wisuda online dan wisuda offline saat nanti Covid-19 telah selesai dan kondisi kembali seperti semula," papar dia. 

Mengenai alokasi anggaran wisuda yang tadinya dipakai untuk wisuda offline, kata Rudyono menjadi satu bagian dari sistem dan proses belajar-mengajar yang tidak dapat dipisahkan.

"Namun pelaksanaannya kami buat sebagai cicilan, agar dapat meringankan beban biaya perkuliahan yang harus ditanggung oleh anak didik," kata dia. 

"Atas beberapa hal tersebut, kampus merasa keputusan ini sudah tepat. Tapi, ada kekecewaan atas adanya postingan secara masif oleh alumni peserta wisuda online di medsos," lanjut Rudy.

Atas itu, dalam waktu dekat, pihak Yayasan akan mengundang Rektor maupun alumni, untuk duduk bersama. Sehingga persoalan tersebut bisa tuntas tak berlarut-larut.

"Kita akan undang, karena anak-anak saya para mahasiswa yang baru menjadi alumni ini, pasti butuh hubungan dengan almamaternya, seperti legalisir dan sebagainya ke depan. Jangan sampai, hubungan antara alumni dan almamater terganggu karena ada masalah ini," tandasnya. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0