Wapres Sebut Pekerja Lulusan Perguruan Tinggi Sedikit

Ma'ruf ingin mahasiswa menjadi agen perubahan di lingkungannya
Mochammad Rizki - Nasional,Kamis, 03-09-2020 16:38 WIB
Wapres Sebut Pekerja Lulusan Perguruan Tinggi Sedikit
Wapres Ma'ruf Amin. (Liputan6.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengungkapkan jumlah penduduk Indonesia yang melanjutkan ke pendidikan tinggi masih sedikit. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), dari 137,90 juta penduduk usia 15 tahun yang bekerja dan data angkatan kerja Februari 2020, hanya sekitar 14,22 juta orang atau hanya 10,3 persen yang adalah lulusan perguruan tinggi.

Atas itu, Ma'ruf ingin generasi muda yang berkesempatan melanjutkan pendidikan tinggi, bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Baca juga: Wapres Ma'ruf: Negara Ini Perlu Pembinaan Karakter 

"Saya berharap Sahabat Atma dapat menjadi agen perubahan dan role model di lingkungan masyarakat melalui penerapan ilmu, pengetahuan, dan keteladanan," ujar Ma'ruf dalam sambutan kegiatan pengenalan kampus terhadap mahasiswa baru Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Senin (31/8/2020).

Menurut Ma'ruf, variabel utama masa depan bangsa sangat dipengaruhi oleh disrupsi di seluruh sektor kehidupan. Terlebih dengan menguatnya pemanfaatan kecerdasan buatan, penggunaan big data, serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Kondisi ini, kata dia, akan menyebabkan pembangunan tidak lagi linear, tapi bersifat eksponensial yang berkembang secara pesat. Karenanya, ilmu pengetahuan dan teknologi harus mampu memberikan nilai tambah sumber daya yang dikelola.

"Kecerdasan buatan menjadi jalan keluar agar negara tidak sekedar menjadi pasar melainkan juga sebagai pelaku dari revolusi industri 4.0, juga dapat dimanfaatkan untuk menemukan model pengembangan bisnis baru," papar Ma'ruf. 

Pendidikan dan pengetahuan dinilai menjadi modal dasar bagi suatu bangsa agar memiliki daya saing, unggul secara kompetitif dan komparatif, mandiri, dan menjadi bangsa yang tidak tergantung kepada negara lain. Begitu pula, dunia kampus diharapkan peran strategisnya dalam pembangunan melalui berbagai pengembangan konsep, riset, serta inovasi.

Di samping itu, kata dia, kerja sama dengan berbagai pihak terkait harus terus dilakukan dalam berbagai bidang untuk menghasilkan karya-karya terbaik bangsa.

"Eksistensi kampus sebagai pusat keunggulan (center of excellence) diharapkan selalu memberikan kontribusi dan partisipasi nyata dalam proses pembangunan. Seluruh civitas akademika harus terlibat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya mencerdaskan bangsa," tandasnya. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0