Wapres Ma'ruf Amin Sebut Kualitas Pendidikan di Indonesia Belum Seragam

Segala Bentuk Pengembangan SDM Harus Disertai dengan Pengasahan dan Penguatan Karakter.
Adiantoro - Nasional,Selasa, 06-10-2020 15:28 WIB
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Kualitas Pendidikan di Indonesia Belum Seragam
Wapres Ma'ruf Amin. (Antara)

Jakarta, Nusantaratv.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin, mengatakan kualitas yang dimiliki lembaga pendidikan di seluruh wilayah Indonesia belum seragam dan tidak memiliki standar mutu yang sama antara satu sekolah dengan sekolah lain.

"Kondisi kualitas pendidikan kita masih sangat bervariasi, tidak hanya antardaerah tetapi juga antarlembaga pendidikan. Selain itu, lembaga pendidikan kita antardaerah belum seluruhnya memiliki standar mutu yang sama," kata Wapres Ma'ruf Amin, saat membuka Focused Group Discussion (FGD) Penguatan Peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) secara virtual, Selasa (6/10/2020).

Kesenjangan tersebut, kata dia, salah satunya disebabkan oleh kondisi SDM (Sumber Daya Manusia) tenaga pengajar yang belum berkualitas. Pria berusia 77 tahun itu mengatakan jenjang pendidikan terakhir yang dimiliki guru menjadi penentu peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Masih ada 10 persen guru bukan PNS dan 6,7 persen guru PNS yang belum memiliki gelar sarjana S1," lanjutnya.

Sementara itu, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dijelaskan guru wajib memiliki kualifikasi akademis melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutasi terhadap guru-guru PNS yang masih berijazah Sekolah Pendidikan Guru, SMA, dan Diploma III.

Wapres Ma'ruf Amin juga menegaskan setiap upaya untuk mewujudkan SDM unggul harus disertai dengan pengasahan dan penguatan karakter SDM itu. Sehingga, kepentingan masyarakat umum menjadi prioritas tanpa memandang suku, agama maupun golongan.

"Saya juga ingin kita semua bersepakat bahwa segala bentuk pengembangan SDM harus disertai dengan pengasahan dan penguatan karakter. Pengembangan SDM berbasis karakter harus sejajar dengan pengembangan SDM berbasis kompetensi," tukas Wapres Ma'ruf Amin. (Antara)
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0