PPDB Online dan Cerita Emak-emak yang Gaptek

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online seperti jadi momok bagi emak-emak (orangtua siswa) yang gaptek.
Alamsyah - Nasional,Jumat, 19-06-2020 15:40 WIB
PPDB Online dan Cerita Emak-emak yang Gaptek
Ilustrasi orangtua siswa dan guru sedang konsultasi PPDB online/Medcom

Jakarta, Nusantaratv.com - Tahun ajaran baru periode 2020-2021 sudah mulai bergulir. Mulai dari jenjang SD hingga SMK, jika ingin masuk ke sekolah negeri ya harus mendaftar lewat PPDB online.

Produk PPDB online dikembangkan dengan berbasiskan Web Interface dan menggunakan sistem cloud computing (komputasi awan) sebagai sebuah layanan SaaS (Software as a Services) yang akan memudahkan sekolah dalam penggunaan aplikasi PPDB Online.

Mendengar teknologi itu saja kita yang awam pasti bingung, apalagi emak-emak (orangtua siswa) yang gaptek.

Sejumlah orangtua murid di kawasan Ciledug, Tangerang Kota, Banten, tak sedikit yang kebingungan dengan proses pendaftaran melalui PPDB secara online tersebut.

Saking bingungnya ada orangtua murid ada yang rela merogoh kocek, membayar orang yang 'lihai' melakukan proses PPDB, dimana putra dari ibu itu hendak masuk ke jenjang SMP.

"Ngga apa-apa deh saya harus bayar, yang penting anak saya bisa ikutan PPDB online." ujar Marina, orangtua murid di kawasan Kreo kepada Nusantaratv.com.

Kebingungan sang orangtua murid terhadap penggunaan PPDB online, seperti yang dirasakan Marina didapat dari proses prapendaftaran.

Proses prapendaftaran itu sendiri adalah tahap awal sebelum calon peserta didik menentukan tujuan sekolah yang akan ditujunya.

Untuk proses prapendaftaran itu, sistem PPDB online mengajukan sejumlah dokumentasi dari sekolah awal (SD) serta surat lain seperti KK dan sebagainya.

Setelah seluruh surat atu dokumentasi itu diupload ke dalam sistem PPDB online, barulah calon peserta didik mendapatkan nomor kepersertaan yang dilengkapi dengan nomor tokennya.

Setelah itu orangtua murid harus melakukan verifikasi baru kemudian aktivasi terhadap nomor kepersertaan sang putra/putri mereka.

Baru sampai tahap ini saja, lagi-lagi emak-emak kebingugan. Bahkan ada sejumlah emak-emak yang akhirnya 'malas' mengikuti proses ini dan memutuskan untuk memasukan putra/putrinya ke sekolah swasta.

"Males ikutan PPDB, repot. Saya masukin anak ke sekolah swasta aja." ujar seorang ibu yang enggan menyebutkan namanya.

Seperti yang dikutip dari laman siap-ppdb.com, dijelaskan bahwa SIAP PPDB Online merupakan sistem yang dirancang untuk melakukan otomasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara Online. Dari proses pendaftaran, seleksi hingga pengumuman hasil seleksi berbasis waktu nyata (real time online).
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0