Nadiem Terus Perjuangkan Paket Data Internet untuk Siswa

Meski begitu Nadiem enggan menjanjikan
Mochammad Rizki - Nasional,Rabu, 12-08-2020 23:35 WIB
Nadiem Terus Perjuangkan Paket Data Internet untuk Siswa
Nadiem Makarim. (Waspada)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan bakal terus memperjuangkan ketersediaan akses paket data dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tapi, di sisi lain Nadiem enggan menjanjikan hal itu.

"Kita perjuangkan terus dan akan terus memberikan dukungan untuk membantu dalam aspek paket data. Kita juga sedang berdiskusi dengan operator telekomunikasi untuk mencapai hal itu," ujar Nadiem di acara webinar 'JakPost Up Close #9: Educating The Nation: 2020-2025', Rabu (12/8/2020).

Baca juga: Soal Dana Kuota Internet, Komisi X Bakal Panggil Nadiem Makarim 

"Jadi semoga saja. Saya nggak bisa berjanji apapun, tapi itu sesuatu yang kita akan perjuangkan," imbuh dia.

Pernyataan Nadiem muncul, kala dirinya mendapat pertanyaan apakah pemerintah tetap akan mengembangkan pembelajaran jarak jauh saat sekolah sudah dibuka. Serta apakah pemerintah akan menyediakan fasilitas untuk siswa.

Nadiem mengungkapkan, ketersediaan akses paket data terkait PJJ merupakan hal yang tengah diperjuangkannya. Meski begitu, ia mengatakan anggaran di Kemendikbud banyak yang direalokasikan untuk penanganan Covid-19 serta mendukung PJJ.

"Ini merupakan sesuatu yang sedang saya perjuangkan. Jadi kita banyak merealokasi semua anggaran di kementerian untuk terkait Covid ini dan mendukung pembelajaran jarak jauh," tutur Nadiem.

Nadiem membeberkan, banyak orangtua mengeluhkan biaya paket data yang meningkat tagihannya, semasa belajar online di masa pandemi. Terutama bagi mereka yang memiliki lebih dari satu anak.

"Saya pikir ungkapan yang sering kita dengar biaya paket data itu membuat dampak yang signifikan bagi orang tua. Khususnya yang anaknya lebih dari satu. Dan itu sesuatu yang akan saya perjuangkan," jelasnya.

Meski begitu, kata dia Kemendikbud telah memberikan fleksibilitas dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mengatasi persoalan tersebut. Tapi pihaknya masih melaksanakan sosialisasi lanjutan terhadap kebijakan itu.

"Dan ini mungkin kami sudah memperbolehkan dana BOS, Bantuan Operasional Sekolah, itu digunakan untuk pulsanya murid-murid. Tapi mungkin kita harus sosialisasikan lagi, dan akan kami kaji sebagai masukan," tandasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0