Menag Ingin Pesantren Ajarkan 4 Pilar Kebangsaan

Sehingga lahir kembali pemimpin bangsa dari kalangan pesantren
Mochammad Rizki - Nasional,Sabtu, 19-09-2020 06:23 WIB
Menag Ingin Pesantren Ajarkan 4 Pilar Kebangsaan
Menag Fachrul Razi saat melakukan kunjungan. (Ist)

NTB, Nusantaratv.com - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyampaikan pesan khusus untuk pondok pesantren (ponpes) agar dijadikan tempat menempuh ilmu yang tidak hanya mendalami iman dan takwa (ukuwah islamiyah), tetapi juga dapat menanamkan nilai empat pilar kebangsaan. 

Pesan ini disampaikan Fachrul Razi di hadapan para santri Ponpes Qamarul Huda Bagu pimpinan TGB Turmudzi Badarudin, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Baca juga: Wamenag Minta Tokoh Agama Sampaikan Moderasi Beragama

"Agar dapat terbentuk para calon pemimpin bangsa ini kelak dari pondok pesantren," ucap Fachrul Razi.

Fachrul Razi pun berpesan, agar para santri Ponpes Qamarul Huda Bagu senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam menjalani kegiatan di dalam Ponpes. Ponpes Qamarul Huda Bagu sendiri baginya merupakan tempat istimewa. 

"Agar tercipta lingkungan yang sehat dan produktif mari kita bersama melawan pandemi Covid-19," tuturnya. 

Sementara, TGB Tarmudzi menyambut baik kunjungan Menag, sebagai upaya saling mengenal satu sama lain, saling menghormati, dan saling bantu guna kemaslahatan umat Muslim. 

"Hai manusia, sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal," kata TGB Tarmudzi mengutip ayat suci.

"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal," imbuhnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Umum DPP Himpunan Pemuda Indonesia Maju (HIMPIM) Dienis Haning Safitri, menyatakan Indonesia memiliki masyarakat dengan banyak keanekaragaman. Perbedaan ini dinilainya merupakan modal berharga. 

"Salah satunya adalah keanekaragaman masyarakat dengan keyakinan yang berbeda satu sama lain. Maka akan lebih baik kita semua bersatu bersama untuk persatuan Indonesia maju," tandas Dienis. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0