Ini Cara Kampus UTA '45 Bertahan di Tengah Persaingan dan Pandemi

Inovasi dibutuhkan perguruan tinggi swasta dalam menghadapi persaingan dan pandemi
Mochammad Rizki - Nasional,Minggu, 29-11-2020 08:50 WIB
Ini Cara Kampus UTA '45 Bertahan di Tengah Persaingan dan Pandemi
UTA '45 Jakarta.

Jakarta, Nusantaratv.com - Persaingan perguruan tinggi swasta di Indonesia saat ini kian sengit. Hal ini terjadi setelah menjamurnya perguruan tinggi swasta. 

Sejumlah upaya dilakukan kampus-kampus tersebut, guna menghadapi tantangan itu. 

Seperti yang juga dilakukan Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45) Jakarta.

Baca juga: Mulai Januari 2021 Kuliah Tatap Muka Diperbolehkan 

"Kepercayaan itu sangatlah penting bagi dunia pendidikan, karena dengan kepercayaan tentu masyarakat tak akan ragu untuk masuk, ataupun menyerahkan pendidikan anak-anak mereka kepada kami, untuk itu diperlukan inovasi dari lembaga pendidikan seperti kami, terutama di masa sulit seperti saat ini," ujar Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45)Jakarta, Rajesh Khana di Jakarta, Minggu (29/11/2020). 

Sebagai salah satu kampus nasionalis tertua di Indonesia, kata Rajes, UTA '45 Jakarta bertanggung jawab dan peduli dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak bangsa.

Demi mewujudkan hal itu, mereka senantiasa bekerja keras dengan terus berupaya meningkatkan kompetensi pendidikan di perguruan tinggi tersebut. 

"Kami bersyukur kerja keras kami diganjar dengan meningkatnya akreditasi kami secara konsisten, menjadi baik sekali saat ini, semua tidak lepas dari dukungan Yayasan (Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Jakarta) yang diberikan secara penuh dan sangat konsisten pada setiap kebutuhan kampus untuk pengembangan akademisi, sarana dan prasarana Universitas," tuturnya.

Wakil Rektor II UTA '45 Jakarta, Brian Matthew Darsono menambahkan, inovasi di dunia pendidikan merupakan keniscayaan. Terutama semasa pandemi Covid-19 seperti saat ini. 

Inovasi, menurutnya harus terus dilakukan guna menciptakan sistem pendidikan yang tetap fun atau nyaman, kendati dilakukan di kediaman masing-masing mahasiswa. 

"Untuk itu kita mengoptimalkan penggunaan seluruh kekuatan media sosial (medsos) agar tetap dapat menjalankan proses belajar mengajar dengan baik," kata Brian. 

"Kami sangat paham kalau belajar dari rumah tentu membuat proses belajar lebih berat, namun karena medsos merupakan kehidupan anak-anak muda saat ini maka kita harus menyesuaikan diri dengan hal tersebut," imbuhnya. 

Lebih lanjut, dengan meningkatnya akreditasi UTA '45 Jakarta menjadi 'baik sekali', kata Brian hal ini menunjukkan adanya kepercayaan dan penghargaan dari pemerintah. Juga apresiasi masyarakat atas apa yang telah dilakukan Universitas. 

"Kami berterima kasih kepada pimpinan Yayasan yang telah sangat akomodatif dalam mendukung semua kebutuhan Universitas, sehingga Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta atau yang sekarang dikenal dengan sebutan UTA '45, bisa seperti hari ini," tandas Brian. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0