Hapus Pelajaran Sejarah, Legislator: Mas Menteri Harus Hati-hati

Nadiem Makarim Bantah Isu Penghapusan Mata Pelajaran Sejarah Dari Kurikulum Nasional.
Adiantoro - Nasional,Kamis, 24-09-2020 08:53 WIB
Hapus Pelajaran Sejarah, Legislator: Mas Menteri Harus Hati-hati
Mendikbud Nadiem Makarim.

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim diminta berhati-hati menyikapi wacana penghapusan mata pelajaran (mapel) sejarah.

Pelajaran sejarah yang akan dihilangkan menimbulkan keresahan para guru sejarah dan sejarawan. Kami ingin mengingatkan kepada Mas Menteri bahwa hal-hal seperti ini harus cukup hati-hati menyikapinya - ujar Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan, saat mengikuti Rapat Kerja dengan Mendikbud di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Sebelumnya beredar dokumen digital dengan sampul Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Judulnya, 'Sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional', tertanggal 25 Agustus 2020.

Baca Juga: Mendikbud Nadiem Makarim Kembali Di-bully Netizen!

Dalam dokumen ini, tercantum pelajaran sejarah dalam kurikulum 2013 hilang dari kurikulum yang disederhanakan di masa pandemi virus corona (COVID-19) ini. Pelajaran sejarah dihilangkan untuk SMA dan SMK.

Nadiem Makarim sendiri membantah isu penghapusan mata pelajaran sejarah dari kurikulum nasional. Dia menegaskan pelajaran sejarah sangat penting bagi anak-anak Indonesia.

Kembali, Sofyan mengingatkan Mendikbud bila Presiden Soekarno pernah menyampaikan 'Jas Merah' (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah) dalam pidatonya. Kemendikbud bisa saja membangun kualitas SDM (sumber daya manusia) Indonesia dengan mapel sains. Tapi, menurut legislator dapil Sumut 1 itu, tetap tidak boleh meninggalka mapel sejarah.

Dari sejarah kita bisa memandang ke depan. Dari sejarah kita bisa melihat mana yang jadi panutan kita dan kita perbaiki pada masa depan. Perjuangan para pahlawan harus menjadi simbol perjuangan generasi sekarang untuk mengisi kemerdekaan. Kami tak meragukan itikad baik Mas Menteri, cuma mungkin harus hati-hati mendiskusikan ini. Justru kami juga jadi tidak nyaman - tukas Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR itu.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0