DPR Desak TNI/Polri Hentikan Konflik di Papua

Pemerintah dan TNI-Polri diminta bertanggung jawab terhadap keamanan masyarakat di Kabupaten Intan Jaya.
Supriyanto - Nasional,Kamis, 08-10-2020 10:57 WIB
DPR Desak TNI/Polri Hentikan Konflik di Papua
Anggota TNI tengah berjaga di daerah Intan Jaya, Papua./antarafoto

Nusantaratv.com - Anggota Komisi I DPR, Yan Permenas Mandenas, meminta pemerintah dan TNI-Polri untuk segera menghentikan konflik yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua, terutama setelah dia mendapat kabar seorang pewarta gereja Katolik di Stasi Emondi, Paroki Bilogai di Distrik Sugapa, bernama Agustinus Duwitau, ditembak orang tidak dikenal.

Mandenas mengaku kaget mendengar Duwitau menjadi korban penembakan pada pertengahan September lalu, Pendeta Yeremia Zanambani juga ditemukan tewas karena ditembak dan pelakunya belum diketahui.

“Sampai sekarang kasus almarhum Pendeta Yeremia saja belum terungkap lalu mengapa ada lagi yang harus jadi korban. Sebenarnya apa yang terjadi di sana,” ujarnya.

Mandenas yang merupakan anggota DPR dari daerah pemilihan Papua itu meminta pemerintah dan TNI-Polri bertanggung jawab terhadap keamanan masyarakat di Kabupaten Intan Jaya.

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Kembali Menguat Usai Trump Sebut Soal Stimulus

Karena menurut dia, peristiwa seperti yang terjadi selama ini tidak bolek dibiarkan begitu saja, harus ada solusi yang dilakukan pemerintah bersama TNI-Polri.

“Harus ada solusi kongkrit yang dilakukan pemerintah bersama TNI dan Polri. Jangan sampai peristiwa seperti ini berlarut-larut. Itu bisa membias ke daerah lain di Papua,” katanya.

Ia  juga mempertanyakan sudah sejauh mana Tim Gabungan Pencari Fakta untuk mengungkap sejumlah aksi penembakan yang terjadi di Intan Jaya, khususnya tentang kasus yang menimpa Zanambani.

Mandenas berharap tim TGPF bentukan pemerintah pusat bekerja ekstra untuk mengungkap kasus penembakan alm Pdt. Yeremia. Kerja dengan terbuka dan tidak boleh ada yang ditutup-tutupi.

Ia akan segera ke Papua untuk melihat sejumlah isu yang terjadi di sana, termasuk konflik yang terjadi di Intan Jaya. (Antara)

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0