Wamenag: Protes UU Cipta Kerja Jangan Anarkis

Wakil Mentri Agama Zainut Tauhid Saadi mengajak umat dan masyarakat untuk tidak anarkis saat menyampaikan aksi protes terhadap...
Mooda S. - Nasional,Jumat, 09-10-2020 16:22 WIB
Wamenag: Protes UU Cipta Kerja Jangan Anarkis
Protes UU Cipta Kerja jangan Anarkis

Jakarta, Nusantaratv.com- Wakil Mentri Agama Zainut Tauhid Saadi mengajak umat dan masyarakat untuk tidak anarkis saat menyampaikan aksi protes terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Boleh saja menyampaikan aspirasi dengan melanggar demo. Namun, tidak dibenarkan melakukan anarki dan perusakan, karena hal tersebut adalah tindakan yang tidak dibenarkan ajaran agama dan melanggar hukum," kata dia dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan demonstrasi adalah salah satu cara yang dibenarkan untuk menyampaikan aspirasi dalam iklim demokrasi.

"Aparat juga diharapkan menghadapi para demonstran dengan pendekatan yang lebih simpatik, persuasif dan tidak dengan kekerasan," kata dia

Menurut Zainut, banyak hoaks yang berkembang di masyarakat terkait dengan UU Omnibus Law.

Oleh karena itu, dia mengajak para mahasiswa sebagai agen perubahan agar mampu memilah dan memahami informasi yang berkembang sehingga aspirasi yang disampaikan terfokus pada pokok persoalan.

"Baca dan pahami undang-undangnya. Telaah persoalaannya dan sampaikan aspirasi yang ada sesuai konsitusi agar dapat memberikan solusi," katanya.

Zainut mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi dengan berbagai informasi yang tidak benar.

"Demo dengan cara anarkis tidak akan menyelesaikan persoalan, malah membuat situasi semakin tidak kondusif," katanya.

Wamenag mengatakan ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk melayangkan protes tanpa harus demonstrasi, salah satunya melalui peninjauan kembali undang-undang (judical review).

Mahasiswa dan buruh, kata dia, bisa menginventarisasi sejumlah pasal yang dinilai masih menyisakan persoalan dan bertentangan dengan konsitusi untuk dibawa ke Mahkamah Konsitusi.

Upaya lainnya, kata dia, mengawal penyusunan regulasi yang menjadi turunan dari UU tersebut.

"Cara tersebut menurut saya lebih ringan mudaratnya, lebih efektif dan lebih berbudaya,"katanya. (Antara)

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0