Wali Kota Jakpus Dicopot, Kenapa?

Bayu Meghantara Termasuk Salah Satu Pihak yang Dipanggil Polda Metro Jaya untuk Memberikan Klarifikasi.
Adiantoro - Nasional,Sabtu, 28-11-2020 16:10 WIB
Wali Kota Jakpus Dicopot, Kenapa?
Wali Kota Jakpus Bayu Meghantara. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencopot Wali Kota Jakarta Pusat (Jakpus) Bayu Meghantara. Keputusan pemberhentian Bayu yang tertuang dalam Surat Nomor 855/-082.74 itu beredar pada Sabtu (28/11/2020).

Dalam surat yang ditandatangani Penjabat Sekertaris Daerah (Sekda) DKI Sri Haryati itu disebutkan Bayu dibebaskan sementara dari tugas jabatannya. Posisi Wali Kota Jakpus kini diserahkan kepada wakil Bayu, Irwandi, yang memiliki pangkat Pembina Utama Muda.

Sehubungan dengan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara dibebaskan sementara dari tugas dan jabatannya, maka dengan ini memerintahkan Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi untuk menjadi Plh Wali Kota Jakarta Pusat - demikian bunyi surat tersebut.

Irwandi terhitung menjabat Plh Wali Kota Jakpus pada 25 November 2020 sampai pejabat definitif kembali dapat melaksanakan tugas. Irwandi tidak memiliki kewenangan mengambil atau menetapkan keputusan dan atau yang bersifat strategis.

Baca Juga: Wali Kota Bogor Tegur RS Merawat Habib Rizieq

Antara lain penetapan perubahan rencana strategis rencana kerja pemerintah dan perubahan status hukum kepegawaian (pengankatan, pemindahan, dan pemberhentian pegawai) - lanjut bunyi surat itu.

Pencopotan Bayu ini diduga terkait dengan kerumunan yang terjadi di kediaman Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakpus.

Diketahui, lautan massa hadir saat Habib Rizieq menggelar pesta pernihakan putri keempatnya Syarifah Najwa Shihab dengan Irfan Alaidrus sekaligus perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pada Sabtu (14/11/2020).

Anies juga telah diperiksa oleh Polri pada Selasa (17/11/2020) guna diminta klarifikasi terkait kerumunan Habib Rizieq di kawasan Petamburan, Jakpus. Bayu juga termasuk salah satu pihak yang dipanggil Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi.

Bahkan, akibat kerumunan massa itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dicopot dari jabatannya. Dia dinilai lalai dalam menegakkan protokol kesehatan terhadap massa pendukung Habib Rizieq.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0