TNI Bongkar Baliho Rizieq, FPI: Berlebihan, Cuma Ngurusi Ormas

FPI menduga hal itu perintah Jokowi
Mochammad Rizki - Nasional,Sabtu, 21-11-2020 19:58 WIB
TNI Bongkar Baliho Rizieq, FPI: Berlebihan, Cuma Ngurusi Ormas
TNI copot baliho Rizieq. (Antara)

Jakarta, Nusantaratv.com - Sejumlah baliho pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab dicopot dan diturunkan prajurit TNI. Wakil Sekretaris Umum FPI, Aziz Yanuar, menilai pencopotan tersebut berlebihan.

"Menurut kita dari masyarakat, saya selaku masyarakat sederhana saja, ini berlebihan," ujar Aziz, Sabtu (21/11/2020).

Aziz pun membandingkan penanganan baliho Rizieq dengan penanganan separatis di Papua. Ia menyesalkan tenaga prajurit TNI dihabiskan untuk mengurusi pencopotan baliho Rizieq.

"Kenapa berlebihan, yang memang jelas-jelas di depan mata, teroris baru kemarin membunuh lagi dua warga sipil gitu kan, sebelumnya menyerang aparat TNI-Polri di Papua, teroris OPM (Organisasi Papua Merdeka), itu nggak ada tuh sampai luar biasa gitu operasinya. Tapi cuma mengurusi ormas saja yang banyak kontribusinya untuk umat, kok sampai sebegitunya gitu loh. Jangan ada lah kalau misal ada unsur kebencian itu untuk kepada rakyat," tuturnya.

Aziz pun menyinggung soal operasi miiter selain perang yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Menurut Aziz, operasi militer selain perang itu dilaksanakan sesuai kebijakan politik negara.

"Ya kalau TNI itu kan melakukan tindakan atau bergerak itu kan, atau bereaksi itu kan sebenarnya tidak bisa dipisahkan dari UU nomor 34 tahun 2004 mengenai TNI. Di situ dijelaskan bahwa TNI itu tugasnya yang ada di pasal 7 operasi militer perang. Nah operasi militer perang itu kita sama-sama tau lah. Terus tugas kedua TNI itu operasi perang selain militer, itu banyak, ada 14 kurang lebih di situ. Nah dari 14 itu di ayat 3 pasal 7 dijelaskan bergeraknya beraksinya TNI itu melaksanakan tugasnya itu operasi militer selain perang itu harus wajib dilaksanakan berdasarkan kebijakan politik negara," papar dia.

Atas itu, Aziz menuduh pencopotan baliho Rizieq oleh prajurit TNI itu merupakan operasi militer selain perang, atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), sesuai UU TNI.

"Jadi kalau TNI bergerak, itu kan yang memang bukan tugasnya itu diatur di pasal itu didasarkan oleh kebijakan politik negara gitu kan. Berarti saat ini negara itu kebijakannya ngurusin baliho yang urgent, sama ngurusin FPI. Siapa negara itu? Ya dugaan kami Bapak Presiden, gitu," jelasnya.

"Kalau dari UU kan bunyinya seperti itu. Kecuali yang nurunin Satpol PP itu kan lain, ada urusannya kan, memang ada aturannya kan kalau memang menyalahi aturan, menyalahi prosedur dicopot. Tapi kalau yang nyopot selain Satpol PP apalagi yang nyopot TNI tadi kan kita lihat UU itu tadi ya itu jadinya. Dari undang-undang arahnya bunyinya ke situ," sambung Aziz, dikutip dari Detik.com. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0