Sondang Tampubolon Ingatkan Rumah Ibadah Tak Jadi Klaster Baru Corona

Sebagai antisipasi, Sondang usul agar jemaat yang beribadah didata
Mochammad Rizki - Nasional,Jumat, 03-07-2020 19:40 WIB
Sondang Tampubolon Ingatkan Rumah Ibadah Tak Jadi Klaster Baru Corona
Sondang Tampubolon saat menyampaikan pidato di Gereja HKBP Resort Duren Sawit. (Yudistara Ginting)

Jakarta, Nusantaratv.com - Sejumlah rumah ibadah di Jakarta telah dan akan menggelar aktivitas peribadatan ketika diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Tak terkecuali pada Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), di sejumlah wilayah. 

Baca juga: Jemaah Positif Corona, 20 Tempat Ibadah di Surabaya Ditutup 

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sondang Tiar Debora Tampubolon, mengingatkan agar protokol pencegahan penularan Covid-19 tetap diberlakukan secara ketat, meski kebaktian kembali dilaksanakan secara langsung atau tatap muka. 

"Nanti ini adalah PSBB transisi, akan dimulai kebaktian atau ibadah secara langsung atau tatap muka di gereja. Tadi saya mengingatkan juga protokol Covid-19 harus tetap dilaksanakan," ujar Sondang di sela menyerahkan bantuan di Gereja HKBP Resort Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (3/7/2020). 

Ia ingin penerapan physical distancing, rajin mencuci tangan atau membersihkannya dengan hand sanitizer, dan memakai masker, disiplin dijalankan jemaat serta pengurus gereja. 

"Supaya tidak menjadi klaster baru di gereja," ucap Sondang. 

Jika memungkinkan, Sondang menyarankan agar orang-orang yang hadir dan beribadah di gereja didata. Setiap orang yang ada maupun mengikuti aktivitas peribadatan, dicatatkan namanya. 

Upaya ini guna mengantisipasi risiko terburuk, seandainya jika ada seseorang di dalam gereja dinyatakan positif terinfeksi corona. 

"Jadi warga yang saat itu ikut bersama beribadah, bisa diketahui dan segera melakukan karantina mandiri," jelasnya. 

Sementara, Pendeta Gereja HKBP Resort Duren Sawit, Japati Napitupulu, menjelaskan Gereja akan dibuka kembali untuk melakukan kebaktian dengan kehadiran jemaat secara fisik, mulai 5 Juli 2020. 

"Kita akan menerapkan protokol kesehatan," ucapnya. 

Tak semua jemaat bisa secara langsung mengikuti peribadatan. Pihak gereja akan membagi jemaat yang boleh beribadah, berdasarkan tiap-tiap wilayah. 

"Kita atur per lingkungan. Dan jemaat yang hadir hanya 50 persen," tandas Japati.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0