Saefullah Tidak Pernah Bermimpi Jadi Sekda DKI

Saefullah tak pernah bermimpi akan menjadi Sekretaris Daerah di sepanjang karirnya di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Rabu, 16-09-2020 14:42 WIB
Saefullah Tidak Pernah Bermimpi Jadi Sekda DKI
Sekda DKI, Saefullah. Foto: Liputan6.com

Jakarta, Nusantaratv.com-Kabar duka datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah meninggal karena covid-19. Kabar meninggalnya Saefullah dibenarkan Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi.

"Iya tadi kasudin kesehatan saya (laporan), barusan kasudin kesehatan saya telepon, saya suruh anak buah cek ke RSPAD. Kasudin kesehatan saya tak mungkin bohong. Dia kan monitor juga, kan RSPAD di Jakarta Pusat," kata Irwandi, saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2020).

Semasa hidupnya Saefullah yang akrab disapa Bang Ipul pernah menjabat sejumlah jabatan penting di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mulai dari Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga tahun 2009-2010 dan bahkan pernah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat tahun 2008-2014 hingga akhirnya menduduki jabatan tertinggi sebagai Sekretaris Daerah mulai era Gubernur Joko Widodo berlanjut ke Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur Djarot Saiful Hidayat hingga Gubernur Anies Baswedan. 

Baca juga: Breaking News: Sekda Saefullah Meninggal Dunia!

Bahkan Saefullah sempat diusulkan Partai Gerindra menjadi calon wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno ke DPP PKS. Usulan ini diakui oleh Ketua DPD Partai Gerindra DKI, M. Taufik.

Taufik menyebut pihaknya memiliki alasan tersendiri memasukkan nama mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu dalam kandidat cawagub. Latar belakang Saefullah selama menjabat sebagai pejabat Pemprov DKI Jakarta menjadi alasan utamanya.

"Sekda mumpunilah jadi wagub," ucap Taufik ketika itu.

Dr. H. Saefullah, S.Pd., M.Pd yang lahir di Sungai Kendal, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, pada 11 Februari 1964 tak pernah bermimpi akan menjabat sebagai Sekda di sepanjang karirnya di Pemprov DKI Jakarta. 

Saefullah mengawali karirnya menjadi seorang PNS di Pemprov DKI Jakarta. Sebagai pegawai biasa dengan golongan 2A dan mendaftar dengan ijazah SMA tahun 1984 dan langsung menjadi guru.

Kemudian ia menyelesaikan pendidikan SI tahun 1988 di IKIP Muhammadiyah Jakarta. Melanjutkan S2 di Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2000, kemudian menyelesaikan S3 tahun 2009 di Universitas Padjajaran Bandung.

Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat, Saefullah pernah menjadi Kepala Sudin Pendidikan Dasar Jakarta Barat tahun 2003-2004. Kemudian dia menjadi Kepala Subdinas SLTP DKI Jakarta 2004-2008.

Selanjutnya pada tahun 2008 menjabat sebagai Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar, DKI Jakarta. Kemudian menjadi Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda tahun 2009-2010. Menjadi Wali Kota Jakarta Pusat tahun 2008-2014.

Menjadi Sekda DKI

Selanjutnya, Saefullah dilantik menjadi Sekretaris Daerah DKI Jakarta pada tahun 2014. Saefullah dilantik oleh Basuki Tjahaja Purnama yang saat itu menjadi Pelaksana Tugas (Plt) gubernur menggantikan sementara Gubernur DKI Jokowi yang kala itu cuti karena maju dalam Pilpres 2014.

Saefullah kala itu mengaku tidak pernah bermimpi untuk menjadi PNS nomor satu di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.

"Saya dari dulu tidak pernah mimpi menjadi Sekda, biasa saja," tandas Saefullah.

Masa kerja Saefullah sebagai Sekda DKI terus berlanjut. Ia kembali menjadi Sekda era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), berlanjut di era Gubernur Djarot Saiful Hidayat.

Kemudian, saat Gubernur DKI Anies Baswedan, masa jabatan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah telah resmi diperpanjang. Anies menilai bahwa kinerja Saefullah memuaskan, sehingga masa jabatan akhirnya diperpanjang.

"Sejauh ini beliau juga menjalankan tugasnya dengan baik. Insya Allah roda pelayanan untuk masyarakat, kegiatan kolaborasi dengan masyarakat bisa berjalan terus dengan baik," kata Anies.

Di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Saefullah bukanlah orang baru. Ia pernah menduduki posisi strategis di Pemprov DKI. Sampai akhirnya ia menjabat sebagai sekretaris daerah dari era Gubernur Jokowi sampai Anies Baswedan. Berikut ini profil Sekda DKI Saefullah:

Baca juga: Mengenal Sekda DKI Saefullah yang Meninggal Dunia karena Covid-19


Bercita-Cita Menjadi Guru

Saefullah sejak kecil bercita-cita menjadi seorang guru. Pria kelahiran Kampung Karang, Kendal, Rorotan, Clincing, Jakarta Utara ini pasca lulus SMP langsung menceburkan diri ke bidang yang menjadi cita-citanya. Saefullah yang kini berusia 52 tahun ini melanjutkan jenjang menengah atasnya di Sekolah Pendidikan Guru (SPG).

Sejak awal Saefullah memang sangat konsen dengan dunia pendidikan. Dedikasinya pada pendidikan jualah yang mendorongnya untuk terus mengenyam pendidikan hingga bergelar doktor. Bermula dari jenjang S1 di IKIP Muhammadiyah Jakarta pada tahun 1988, ia melanjutkan studi S2nya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada tahun 2000 dengan fokus jurusan Teknologi Pendidikan. Selanjutnya, di tahun 2008 ia menuntaskan S3nya di Universitas Padjajaran (Unpad) dengan jurusan Ilmu Pemerintahan. Seiring dengan studi yang dijalaninya, Saefullah mendapatkan amanah karir sebagai Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar Provinsi DKI Jakarta, kemudian

Jabatan Sekda adalah jabatan karir. Jabatan ini berbeda dengan jabatan gubernur yang merupakan jabatan politis. Berbagai kabar beredar mengenai Saefullah yang ingin menjadi gubernur DKI. Namun demikian, Saefullah, atau yang akrab disapa Bang Ipul, bukan tipikal PNS yang ambisius akan jabatan. Desas-desus yang berhembus ia tidak hiraukan dengan tetap melanjutkan dedikasi kerjanya pada tanah kelahirannya, Jakarta.

Saefullah dan seluruh rakyat Betawi patut berbangga karena ia merupakan satu dari dua anak asli Betawi yang dapat mencapai jabatan Sekda DKI Jakarta. Bukan perkara jabatan yang menjadi titik beratnya. Akan tetapi, bahwa anak Betawi pun semestinya menempatkan pendidikan formal dalam prioritas hidupnya. Hal ini juga ia terapkan pada dirinya dan keluarganya. Saefullah merupakan ayah empat orang anak yang mana keempat anaknya diprioritaskan terkait persoalan pendidikannya. Anak pertamanya telah menuntaskan studi S2 sedang anak kedua telah lulus S1. Sementara anak ketiganya masih berada di jenjang S1. Anak keempatnya masih TK. Dedikasi Saefullah pada dunia pendidikan bukan hanya berimbas pada dirinya namun juga pada anak dan keluarganya. Hal ini juga ia harapkan pada seluruh masyarakat Jakarta agar tetap memprioritaskan pendidikan terutama untuk anak dan keluarga agar memiliki pengetahuan yang luas.

Riwayat Hidup Saefullah:

Istri: Rusmiati

Nama anak
Fatwa Arifah (Kelahiran 29 Januari 1986)
Islah Muttaqien (Kelahiran 15 November 1988)
Mutia Khaerani (Kelahiran 10 November 1995)
Muhammad Syaifurrahman (Kelahiran 15 November 2005)

Pendidikan
SD Tambun, Rengas, Bekasi, 1975
SMP Syahid Jakarta, 1979
SPG 4 Jakarta, 1982
IKIP Muhammadiyah Jakarta (S1), 1988
Universitas Negeri Jakarta (S2), 2000
Universitas Padjajaran Bandung (S3), 2009

Pengalaman jabatan
Kepala Sudin Pendidikan Dasar Jakarta Barat (2003—2004)
Kepala Subdinas SLTP, DKI Jakarta (2004—2008)
Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar, DKI Jakarta (2008)
Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda, DKI Jakarta (2009—2010)
Wali Kota Jakarta Pusat (2008—2014)
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta (2014—)
Pelaksana harian Gubernur DKI Jakarta[2] (2017)

Pengalaman Organisasi
Ketua I Karang Taruna
Anggota AMPI
Anggota Persatuan Guru Republik Indonesia
Pengurus Palang Merah Nasional
Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia
Ketua PWNU DKI Jakarta[3] (2016—)

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0