Mau Ikutan Demo Omnibus Law, Puluhan Pelajar di Jakbar dan Jakut Diamankan Polisi, Ada Anak SD Juga!

Demo menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus diikuti para pelajar.
Alamsyah - Nasional,Rabu, 14-10-2020 05:00 WIB
Mau Ikutan Demo Omnibus Law, Puluhan Pelajar di Jakbar dan Jakut Diamankan Polisi, Ada Anak SD Juga!
Para pelajar diamankan polisi

Jakarta, Nusantaratv.com - Sedikitnya 27 orang pelajar tingkat SMA di wilayah Jakarta Barat diamankan di Tambora, Jakarta Barat, karena hendak berangkat demo menolak omnibus law UU Cipta Kerja di kawasan Monas.

Para pelajar tersebut diamankan untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan di massa demonstrasi.

"Polsek Tambora mengamankan 27 pelajar yang akan bergabung untuk demo dan berpotensi menimbulkan kekacauan," kata Kapolsek Tambora Kompol M. Faruk Rozi, mengutip detik.com.

Usai diamankan, para pelajar tersebut kemudian dilakukan rapid test. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran virus Corona di tengah masyarakat.

Faruk mengatakan dari rapid test yang telah dilakukan, 27 pelajar tersebut tidak ada yang menunjukkan reaktif terhadap virus Corona.

"Telah dilakukan tes COVID-19 kepada seluruh pelajar yang diamankan dan keseluruhan tidak reaktif," ungkap Faruk.

Para pelajar yang masih berusia di bawah umur ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tambora.

Faruk mengatakan polisi akan memanggil para orang tua pelajar tersebut untuk diberikan edukasi sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing.

"Saat ini masih dimintai keterangan dan kemudian akan dipanggil orang tua yang bersangkutan untuk diberikan pembinaan karena mereka masih di bawah umur," pungkas Faruk.

Selain itu, 155 pelajar dan gabungan buruh di Jakarta Utara juga diamankan Polres Jakarta Utara.

"13 Oktober 2020 pukul 12.30 WIB, Polres Metro Jakarta Utara telah diamankan kelompok massa dengan elemen pelajar SMP, SMA, SMK, pesantren, pengangguran, serta karyawan atau buruh yang akan berangkat ke Gedung DPR/MRP Jakarta dalam rangka aksi unras menolak omnibus law dari wilayah Jakarta Utara," ujar Kapolres Jakut Kombes Sudjarwoko, dalam keterangannya, Selasa (13/10/2020).

"Jumlah massa yang diamankan sebanyak 155 orang," ujarnya.

Dari data pihak kepolisian, 155 orang tersebut terdiri dari 2 pelajar SD, 11 pelajar SMP, 57 pelajar SMA, 5 orang putus sekolah, 4 mahasiswa. Selain itu, ada 36 karyawan atau buruh, dan 40 tuna karya atau pengangguran.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0