Ketua PN Jaksel Positif Covid-19, Pengadilan Lockdown

Lockdown diberlakukan di gedung PN Jakarta Selatan.
Alamsyah - Nasional,Sabtu, 21-11-2020 01:15 WIB
Ketua PN Jaksel Positif Covid-19, Pengadilan Lockdown
PN Jaksel

Jakarta, Nusantaratv.com - Setelah Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan terkonfirmasi positif Covid-19, Lockdown diberlakukan di gedung PN Jaksel.

Lockdown akan diberlakukan selama sepekan sejak Senin 23 November sampai 27 November 2020. Humas PN Jaksel menegaskan perihal Lockdown ini.

"Tanggal 23-27 November lockdown istilahnya pelayanan terbatas," kata Humas PN Jaksel, Suharno, saat dihubungi, Jumat (20/11/20200.

Suharno mengatakan, awalnya PN Jaksel diduga terkena COVID-19 dari supirnya yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit karena positif Corona hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 19 November lalu. Namun, kondisi Ketua PN Jaksel positif tanpa gejala, saat ini melakukan isolasi mandiri.

"Pak ketuanya OTG, sekarang baru isolasi mandiri," ujar Suharno.

Ia mengungkap hari ini para pegawai PN Jaksel dilakukan tes swab, hasilnya terdapat 3 ASN yang dinyatakan positif COVID-19 sehingga total dengan Ketua PN Jaksel dan supirnya 5 orang positif Corona dari klaster PN Jaksel. Sementara itu tidak ada hakim yang dinyatakan positif.

"Hari ini kami melakukan swab untuk semua pegawai yang ada di PN Jaksel. Hasilnya terindikasi ada 3 orang ASN karena COVID-19. Untuk memutus rangkaian persebaran COVID-19 tersebut itu lah kita harus melakukan lockdown demi kesehatan kita semuanya. Tutup seminggu supaya menjaga kesehatan baik bagi ASN PN Jaksel maupun masyarakat pencari keadilan," ungkapnya.

Namun, Suharno memastikan pelayanan PN Jaksel tetap berjalan secara terbatas. Misalnya bagi sidang pidana yang mana masa tahanan terdakwa hampir habis maka akan dilayani secara virtual, selain itu bagi sidang praperadilan yang sudah berjalan akan tetap berjalan sedangkan yang belum berjalan akan ditunda.

"Untuk lockdown tersebut pelayanan publik masih dilakukan, tapi terbatas apabila ada urusan urusan yang sangat penting seperti misal bagi pencari keadilan atau masyarakat yang memerlukan surat surat atau dari pihak yang meminta surat yang sangat penting yang harus diperlukan secara cepat atau diperlukan kerjasama nah itu kita layani," ucapnya.

"Begitu juga mengenai tahanan yang mepet kita layani juga, begitu juga untuk pelimpahan perkara bagi tahanan yang mepet tak bisa diperpanjang lagi ya kita terima," imbuhnya.

Sedangkan bagi sidang perdata yang tidak urgent akan ditunda, bagi sidang perdata yang bisa disidangkan melalui e-court maka akan tetap sidang secara online di aplikasi e-court. Namun bagi masyarakat yang membutuhkan surat-surat mendesak tetap akan dilayani, sedangkan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan gugatan baru tetap dipersilakan tetapi secara online.

Sementara itu ruangan PN Jaksel sudah disterilisasi dengan disinfektan. PN Jaksel akan memperketat protokol kesehatan di lingkungannya.

Sumber: Detik.com 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0