Kasus Corona di Jakarta Kian Tinggi, Ini Penjelasan Anies

Kasus positif di Jakarta tertinggi kedua di Indonesia
Mochammad Rizki - Nasional,Rabu, 29-07-2020 20:51 WIB
Kasus Corona di Jakarta Kian Tinggi, Ini Penjelasan Anies
Ilustrasi virus corona. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menjelaskan penyebab tingginya jumlah kasus positif virus corona di Jakarta, akhir-akhir ini.

Menurutnya, hal itu terjadi lantaran Pemprov DKI mencari warga-warga yang terpapar Covid-19 dengan melakukan pengetesan semasif mungkin.

Baca juga: Rekor! 30.261 Spesimen Terkait Corona Diperiksa Hari Ini 

"Kenapa di Jakarta jumlahnya tinggi? Saya ingin menyampaikan, karena Jakarta mengambil strategi mencari orang-orang yang terpapar, lalu diisolasi, lalu diputus mata rantainya. Kalau Jakarta hanya ingin angkanya kecil, maka, Pemprov tidak perlu melakukan testing. Dijamin angka Covid langsung turun," ujar Anies dalam webinar 'Salat Idul Adha dan Kurban di Masa Pandemi', Rabu (29/7/2020).

"Tetapi, masalah wabahnya tidak turun, wabahnya masih jalan terus. Tapi, kita akan dapat pesan yang salah, di luar sana masih ada wabah. Tapi, kita nggak aktif mencari. Yang dikerjakan Pemprov adalah mengetes sebanyak mungkin, mencari yang positif," imbuh dia.

Menurut Anies, dalam kurun sepekan terakhir, Pemprov telah melakukan tes hingga 43 ribu kali. Dari jumlah tersebut, terdapat 6,3 persen kasus positif.

Atas itu, ia meminta banyaknya kasus positif di Jakarta disyukuri. Sebab orang-orang yang tertular corona telah teridentifikasi. Sehingga meminimalisir penyebaran.

"Kami di Jakarta dalam satu pekan terakhir ini saja sudah 43 ribu per minggu, dan yang ditemukan positif ada 6,3 persen. Inilah yang kalau tidak ketahuan, mereka akan menularkan lebih banyak lagi. Kami berharap semuanya bantu ikut menjelaskan bahwa angka positif yang ditemukan di Jakarta harus disyukuri, kalau mereka nggak ketemu, maka mereka menularkan," jelasnya.

Diketahui, 20.572 orang di Jakarta terpapar Covid-19, per Rabu (29/7/2020). Data ini tercantum pada situs covid19.go.id.

Angka kasus positif di DKI merupakan yang tertinggi kedua se-Indonesia. Posisi pertama ditempati Jawa Timur, dengan 21.484 kasus.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0