Gara-gara Corona, Pendapatan Jakarta Hilang Rp 31 T

Kondisi serupa juga dialami provinsi lainnya
Mochammad Rizki - Nasional,Senin, 27-07-2020 11:20 WIB
Gara-gara Corona, Pendapatan Jakarta Hilang Rp 31 T
Kota Jakarta. (Tempo)

Jakarta, Nusantaratv.com - Gara-gara wabah virus corona, pendapatan asli daerah (PAD) DKI Jakarta turun sampai Rp 31,13 triliun. Bukan hanya Jakarta yang mengalami kondisi ini.

"Kondisi penurunan PAD sebagai dampak dari yang dialami pemerintah provinsi DKI yang turun Rp 31,13 triliun dan Provinsi Jabar (Jawa Barat) Rp 4,21 triliun," ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, disiarkan kanal Youtube Kemenkeu, Jakarta, Senin (27/7/2020). 

Menurut Airlangga, dengan adanya penurunan PAD itu, maka pemerintah memberikan dukungan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). 

"Tentunya membutuhkan dukungan pemerintah pusat dan tentunya selanjutnya PT SMI tadi sudah disaksikan bisa berikan bantuan terhadap itu," kata dia.

Pandemi Covid-19, membuat pemerintah menggelontorkan dana sekitar Rp 607,65 triliun guna memulihkan ekonomi. 

Dana itu dipakai untuk perlindungan sosial Rp 203,9 triliun, insentif dunia usaha Rp 120,6 triliun, UMKM Rp123,46 triliun, korporasi Rp53,57 triliun, sektoral dan pemerintah daerah Rp 106,11 triliun.

"Beberapa hal yang dilakukan untuk menghindari dari resesi dilakukan langkah extraordinary untuk pemulihan di kuartal III dan kuartal IV. Belanja pemerintah secara besar besaran akan didorong sehingga permintaan dalam negeri meningkat dan dunia usaha mulai bergerak untuk investasi sehingga diharapkan ekonomi mulai pulih di semester II 2020," papar Airlangga.

Selain itu, kata dia pemerintah pun sudah menyusun Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Upaya pemulihan pasca pandemi ini, dilaksanakan seiring dengan adaptasi new normal atau kenormalan baru. 

"Pemerintah sudah susun Pemulihan Ekonomi Nasional untuk memulihkan ekonomi pasca Covid-19. Program exit strategy untuk membuka ekonomi bertahap dengan adaptasi kebiasaan baru, melakukan riset dan transformasi ekonomi untuk percepat pemulihan," tandasnya. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0