DKI PSBB Total, Denny JA: Bagaimana Jika Berujung Kerusuhan?

Menurutnya masyarakat saat ini lebih takut tak makan dibanding corona
Mochammad Rizki - Nasional,Jumat, 11-09-2020 13:40 WIB
DKI PSBB Total, Denny JA: Bagaimana Jika Berujung Kerusuhan?
Denny JA. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Alasannya, peningkatan kasus Covid-19 dan kematiannya yang dinilai tinggi. 

Pengamat politik Denny JA, khawatir apabila nantinya kebijakan itu mendapat perlawanan dari masyarakat. Mengingat, saat ini masyarakat dianggap lebih takut terhadap persoalan ekonomi ketimbang bahaya Covid-19.

"Bagaimana jika seruan PSBB total di DKI Jakarta, yang dimulai tanggal 14 September 2020 tidak dipatuhi publik? Karena desakan ekonomi, publik tetap bekerja mencari nafkah. Hidup semakin sulit," ujar Denny, Jumat (11/9/2020). 

Baca juga: Bunuh Diri, Pasien Covid-19 Lompat dari Lantai Atas RS Wisma Atlet 

Kendati dikawal ketat dan ada sanksi tegas bagi pelanggar PSBB total, ia ragu masyarakat akan patuh terhadap kebijakan Anies. Hukuman bagi pelanggar PSBB, menurut Denny malah berpotensi memicu kemarahan warga yang perekonomiannya terseok-seok akibat pandemi.

"Katakanlah kebijakan PSBB total itu akan dikawal ketat. Yang tak mematuhi akan dihukum. Bagaimana jika publik melawan? Desakan ekonomi membuat mereka tak gentar," tuturnya. 

"Bagaimana jika dihukum, ini justru akan memulai tahap baru kemarahan publik? Krisis kesehatan, melalui krisis ekonomi, mudah memicu krisis politik," imbuh Denny. 

Ia khawatir PSBB total di tengah banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan, memicu kerusuhan. 

"Bagaimana jika kebijakan PSBB total berujung pada kerusuhan di Jakarta? Lalu meluas ke banyak bagian Indonesia?" tuturnya. 

Menurut Denny, kondisi psikologis masyarakat saat ini berbeda dengan masa awal pandemi. Masyarakat, kata dia kini lebih takut tak makan ketimbang virus corona. 

Kebijakan PSBB total dinilai kembali menghancurkan upaya pemulihan ekonomi yang perlahan sedang dijalankan.

"Berbagai riset, dalam dan luar negeri, menyatakan lebih banyak yang takut dengan kondisi ekonomi ketimbang Covid-19," kata dia. 

"PSBB total pasti kembali membuat ekonomi semakin terpuruk. Ekonomi yang mulai menggeliat bangkit, yang dengan susah payah dibangun, bisa ambruk lagi," lanjut Denny. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0