DKI Masih Pikir-pikir Soal Perbolehkan Resepsi Pernikahan Saat Pandemi

Pemprov khawatir resepsi meningkatkan risiko penularan corona
Mochammad Rizki - Nasional,Kamis, 22-10-2020 17:09 WIB
DKI Masih Pikir-pikir Soal Perbolehkan Resepsi Pernikahan Saat Pandemi
Pernikahan semasa pandemi. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemprov DKI Jakarta masih mengkaji penyelenggaraan resepsi pernikahan saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi.

Diketahui, Pemprov melarang warganya menggelar resepsi pernikahan saat PSBB transisi.

Warga yang menikah, hanya diperbolehkan menggelar acara akad nikah dengan maksimal 30 orang yang hadir. 

 Baca juga: Ada 377 Ribu Orang di RI Tertular Corona, 301 Ribu Sembuh 

"Nanti kita kaji, kan baru tanggal 25 (Oktober) nanti (penentuan kelanjutan PSBB transisi)," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza (Ariza) Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2020).

Ariza mengungkapkan, kajian pelaksanaan resepsi pernikahan masih terus dilakukan. Sebab, kegiatan tersebut dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran virus corona. 

Mengingat, resepsi pernikahan biasanya mendatangkan banyak tamu yang saling berinteraksi.

Sehingga, perlu ada pembatasan seperti pembatasan pengunjung, jika nantinya resepsi pernikahan diizinkan.

"Karena setiap ada pelonggaran itu artinya potensi orang keluar rumah, bertambah. Potensi interaksi, bertambah. Potensi orang kerumunan juga bertambah. Pada akhirnya potensi penyebaran juga bertambah," tandas Ariza. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0