Cluster Covid-19 Terbesar di Jakarta Disebut Ada di Kementerian Kesehatan

15 kementerian lain mencatat kurang dari 20 kasus.
Sarah Fiba - Nasional,Senin, 21-09-2020 16:44 WIB
Cluster Covid-19 Terbesar di Jakarta Disebut Ada di Kementerian Kesehatan
(CNA)

Nusantaratv.com- Cluster Covid-19 terbesar di Jakarta disebut berada di Kementerian Kesehatan, data yang diberikan oleh Pemprov DKI menyebutkan.

Melansir Asiaone pada Senin (21/9/20), cluster Kementerian Kesehatan terdiri dari 139 kasus yang dikonfirmasi.

Diikuti cluster Kementerian Perhubungan sebanyak 90 kasus, cluster Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) cabang Jakarta Timur 73 kasus, cluster PT DNP produsen kemasan plastik swasta 72 kasus, cluster asrama Sekolah Teologi Bethel Indonesia. 65 kasus dan cluster Rutan Pondok Bambu di Jakarta Timur sebanyak 62 kasus.

Data tersebut mencakup cluster yang muncul di kementerian, lembaga pemerintah, perusahaan swasta, sekolah, pasar, dan pertemuan keagamaan, serta menggunakan data yang tersedia mulai 7 September.

Cluster lain di kantor pemerintahan adalah di Kementerian Keuangan 42 kasus, Kementerian Hukum dan HAM 35 kasus, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 33 kasus, Kementerian Pertahanan 33 kasus, Kementerian Pemuda dan Olahraga 28 kasus, Kementerian Komunikasi dan Informatika sebanyak 27 kasus dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 25 kasus.

15 kementerian lain mencatat kurang dari 20 kasus.

Jakarta melaporkan data cluster Covid-19 dari instansi lain, seperti Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan sebanyak 49 kasus, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak 42 kasus terkonfirmasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan sebanyak 35 kasus dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan 30 kasus.

Cluster hasil pertemuan keagamaan juga diperhitungkan dalam data. Masjid Jami Tanjung Priok Jakarta Utara mencatat 48 kasus, Masjid Jami Taman Sari Jakarta Barat 51 kasus dan gereja di Tanjung Priok 30 kasus.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan memberlakukan kembali pembatasan sosial skala besar (PSBB) selama dua minggu pada hari Senin setelah melonggarkan pembatasan pada bulan Juni untuk memungkinkan bisnis beroperasi sebagian besar seperti biasa. 

Anies mengatakan dia sedang berusaha untuk mengekang lonjakan transmisi yang terjadi selama pembatasan yang longgar, mencatat bahwa PSBB baru tidak akan seketat rezim PSBB penuh sebelumnya.

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0