Bersepeda Memang Sehat, Tapi Waspada Kriminalitas ya?

Bersepeda tentunya membuat tubuh kita menjadi sehat dan bugar. Bahkan tak heran, jika anda melintas di Jalan Sudirman-Thamrin,...
Mooda S. - Nasional,Jumat, 23-10-2020 11:09 WIB
Bersepeda Memang Sehat, Tapi Waspada Kriminalitas ya?
Bersepeda Memang Sehat, Tapi Waspada Kriminalitas ya?

Nusantaratv.com - Bersepeda tentunya membuat tubuh kita menjadi sehat dan bugar. Bahkan tak heran, jika anda melintas di Jalan Sudirman-Thamrin, ratusan pesepeda asik menggoes pedalnya sejak pagi hari.

Namun sayangnya, dalam beberapa waktu terakhir tren bersepeda yang sedang naik daun di Jakarta itu diikuti juga dengan tren kriminalitas penjambretan oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab.

Tak hanya sekali dua kali, penjambret itu berkali-kali melancarkan asksinya merampas barang-barang berharga pesepeda yang kerap terjadi berupa telepon genggam bahkan aksi itu bisa berujung membahayakan pesepda.

Kejadian itu pun berulang, tak lagi di titik-titik yang sepi namun sudah mengintai hingga ke ruas-ruas jaan protokol seperti di kawasan Sudirman - MH Thamrin yang memang ramai penggunanya.

"Memang kan akhir-akhir ini sering terdenger ada begal pesepeda, ada jambret yang nyasarnya pesepeda doang. Karena gua kan juga mulai sepedaan kayaknya gua akan mengurangi dulu deh intensitas bersepedanya atau bahkan berhenti dulu," ujar Mutia salah seorang warga Jakarta yang baru meniti hobinya bersepeda pada Juni 2020.

Tak hanya meresahkan bagi pesepeda pemula, para penjambret itu bahkan membuat rasa trauma bagi pesepeda yang menjadi korban perampasan barang berharganya sehingga ada keengganan untuk kembali menggowes pedal sepeda.

"Jujur trauma, lagi menepi di pinggir jalan tiba-tiba handphone-ku raib gitu aja. Ya sekarang jadinya milih olahraga lari. Sepedaan juga mikir-mikir, paling lokasi-lokasi deket rumah aja jadi gak perlu bawa barang berharga," ujar Acen salah seorang pesepeda yang pernah menjadi korban penjambretan di kawasan FX Sudirman.

Dua pendapat itu dapat memberi gambaran kecil keresahan para pesepeda atas tren penjambretran yang menyasar orang-orang yang tengah bersepeda di jalanan Ibu Kota.

Andil polisi

Berkaca dari banyaknya perbincangan di media sosial atas fenomena jambret yang menyasar pesepeda itu, petugas kepolisian setempat pun bergerak cepat.

Misalnya seperti yang dilakukan oleh Polsek Metro Menteng yang dengan cepat mengamankan seorang pemuda berinisial BG (21) pada Sabtu (17/10) usai mencoba menjambret pesepeda di Jalan HOS Cokrominoto, Mentang, Jakarta Pusat.

Rupanya setelah diselidiki oleh penyidik, BG telah melancarkan aksinya di sekitar kawasan Menteng itu sebanyak tujuh kali.

BG pun kerap berkasi bersama temannya berinisial A. Keduanya beraksi ketika melihat pesepeda dalam kondisi sendirian dan tidak bersama rombongan.

Mereka menggunakan motor Satria FU hitam tanpa plat nomor untuk merampas barang berharga milik korban.

Pelaku berinisial A, saat ini berstatus buron akibat melarikan diri saat gagal menjambret telepon seluler seharga Rp 22 juta di HOS Cokrominoto itu dan meninggalkan BG sendirian pada saat dicokok warga sekitar.

"Mudah-mudahan dengan ditangkapnya para pelaku ini kejahatan jalanan ini khususnya bagi para pesepeda di jalanan ini bisa kita cegah. Kalau pun ada, tolong laporkan ke kita nanti kita cari," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0