Anies PSBB Total DKI, Warga: Ekonomi Lagi Dipulihkan Malah Diganggu!

Anies juga diminta pikirkan perekonomian warga
Mochammad Rizki - Nasional,Kamis, 10-09-2020 17:50 WIB
Anies PSBB Total DKI, Warga: Ekonomi Lagi Dipulihkan Malah Diganggu!
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total.

Hal ini terjadi setelah mengevaluasi perkembangan pandemi Covid-19 di Jakarta, serta dukungan fasilitas rumah sakit di Ibu Kota, yang dianggap telah berstatus darurat.

Upaya ini dilakukan guna menekan angka kematian akibat virus corona.

Baca juga: PSBB Total: Seluruh Mal di Jakarta Tutup! 

Keputusan Anies menuai pro dan kontra. Yang tak setuju, menilai kebijakan itu sebagai wujud tak pahamnya mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan risiko lainnya, selain dampak kesehatan, dari penyebaran corona.

"Selain ada orang yang mati dan sakit gara-gara corona, ada juga orang yang lapar bahkan mati kelaparan juga gara-gara corona. Ini harus juga dipikirkan," ujar Eddy, salah seorang warga Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2020).

Menurut Eddy, sudah banyak 'kerusakan' sendi-sendi perekonomian yang ditimbulkan pandemi Covid-19. Mulai dari menurunnya pendapatan, hingga masyarakat yang tak lagi memiliki pekerjaan akibat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan.

"Anies juga harus pikirkan ini. Jangan cuma seenaknya larang orang cari uang, kerja, pergi ke kantor, tapi perutnya nggak dipikirkan, nggak dibantu," tutur warga Jakarta Selatan itu.

Ia pun ragu Anies mampu membantu perekonomian masyarakat, yang terdampak kebijakan PSBB total. Mengingat, pengalaman sebelumnya tidak sedikit jumlah warga yang tak terbantu melalui bantuan sosial (bansos),  terutama yang diberikan Pemprov DKI.

"Yang dulu saja Pemprov nggak mampu kasih bansos. Nggak semua kebagian. Bahkan lepas tangan sampai serahkan pemerintah pusat. Nah sekarang pemerintah pusat lagi pulihkan ekonomi masyarakat, malah diganggu pakai PSBB total. Kasihan warga Pak (Anies)!" papar buruh harian ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan, penambahan harian kasus Covid-19 di Ibu Kota kian tak terkendali. Dalam beberapa hari terakhir hingga Rabu (9/9/2020), angka kasus positif di DKI di atas 1.000 kasus.

Menurut Widyastuti, jika laju penambahan kasus positif tak ada intervensi, maka rumah sakit (RS) di Jakarta diperkirakan takkan sanggup bertahan hingga Desember.

RS terancam kolaps, karena kapasitasnya tak mampu mengimbangi penambahan kasus positif.

"Dengan perhitungan angka-angka, kita enggak akan cukup. Perlu diambil rem darurat bukan hanya di DKI supaya bisa menghentikan pergerakan penularan yang luar biasa," ujar Widyastuti dalam diskusi daring, Rabu (9/9/2020).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebut saat ini tempat tidur di ruangan ICU 67 RS rujukan, telah terisi sampai 84 persen, hingga 6 September 2020.

Sehingga, pasien yang membutuhkan perawatan medis darurat atau intensif mungkin kian kesulitan lantaran kapasitasnya hampir penuh. Sementara tempat tidur di ruangan isolasi 67 RS rujukan sudah terisi hingga 77 persen.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0