Wakil Ketua MPR Prihatin Dengan Penangkapan Para Aktivis

Mereka merupakan aktivis yang menyuarakan aspirasi atas berbagai macam keprihatinan yang dirasakan oleh rakyat
Arfa Gandhi - Nasional,Kamis, 15-10-2020 22:15 WIB
Wakil Ketua MPR Prihatin Dengan Penangkapan Para Aktivis
Wakil Ketua MPR, Ahmad Muzani / Foto: Okezone

Jakarta, Nusantaratv.com - Penangkapan para aktivis unjuk rasa tolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) membuat sejumlah pihak buka suara. Salah satunya adalah Wakil Ketua MPR, Ahmad Muzani.

Tak muluk-muluk, Muzani hanya meminta pihak kepolisian bersikap humanis dan mengutamakan pendekatan persuasif kepada aktivis atau para pendemo.

"Tujuannya agar aksi unjuk rasa dapat tetap terjaga," kata Muzani melalui keterangan resminya, Kamis (15/10/2020).

Tak hanya itu saja, Politikus asal partai Gerindra itu juga mengaku prihatin atas penangkapan para aktivis, diantaranya Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan serta belasan anggota Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan Pelajar Islam Indonesia (PII) oleh pihak berwajib.

Sebab, menurutnya, mereka merupakan aktivis yang menyuarakan aspirasi atas berbagai macam keprihatinan yang dirasakan oleh rakyat Indonesia, khususnya para buruh.

"Saya pribadi merasa bahwa mereka yang ditangkap itu adalah kawan-kawan, saudara-saudara yang merupakan seorang aktivis sejati," ujar Muzani.

"Mereka adalah sosok yang terus menerus menyuarakan berbagai macam keprihatinan terhadap apa yang dirasakan oleh rakyat saat ini," sambungnya.

Muzani juga menegaskan bahwa unjuk rasa merupakan wadah rakyat dalam mengutarakan perasaan dan pendapat terkait kebijakan yang diterbitkan oleh pemerintah.

Namun, momen yang sakral dan dilindungi oleh negara lewat Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum itu justru dinodai dengan aksi kekerasan.

Karena itu, ia juga berharap agar aksi unjuk rasa yang digelar dapat berjalan dengan kondusif, sehingga aspirasi dapat tersampaikan tanpa merugikan orang lain.

"Keprihatinan ini tentu saja menjadi sesuatu yang penting, karena tujuan dari unjuk rasa itu adalah menyampaikan perasaan, agar perasaan tentang persoalan yang dikemukakan itu bisa terungkap," jelasnya.

"Tapi karena terjadinya berbagai macam gesekan, akhirnya apa yang menjadi aspirasi justru menjadi bias," pungkasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0