TSK Kebakaran Kejagung Tak Ditahan, Kok Bisa?

Penyelidikan kasus kebakaran gedung Kejagung masih berjalan.
Alamsyah - Nasional,Jumat, 20-11-2020 01:00 WIB
TSK Kebakaran Kejagung Tak Ditahan, Kok Bisa?
Gedung Kejagung saat terbakar

Jakarta, Nusantaratv.com - Tiga tersangka kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) baru saja menjalani pemeriksaan. Ketiga tersangka itu berinisial MD yang merupakan peminjam bendera PT APM, Konsultan Pengadaan ACP berinisial JM, dan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung, IS. 

Namun, usai ketiganya menjalani pemeriksaan, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memutuskan tidak menahan mereka. 

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Ferdy Sambo menjelaskan alasan ketiga tersangka tidak ditahan setelah menjalani pemeriksaan, Kamis (19/11/2020).

"Tidak dilakukan penahanan karena ada surat penangguhan penahanan dari pihak Kuasa Hukum," ucap Ferdy.

Sementara itu terkait jalannya pemeriksaan terhadap ketiga tersangka, Ferdy menjelaskan bahwa mereka dicecar puluhan pertanyaan. MD sebanyak 71 pertanyaan, JM sekitar 58 pertanyaan dan 47 pertanyaan buat IS.

Dalam perkara ini juga, Bareskrim sudah menjerat delapan tersangka. Mereka berasal dari berbagai unsur dan latar belakang pekerjaan yang berbeda.

Terdapat lima tersangka yang merupakan kuli bangunan dengan inisial T, H, S, K, IS. Selain itu mandor berinisial UAM juga ditetapkan status tersangka.

Lima kuli bangunan dan satu mandor ini diduga lalai karena telah merokok di ruang biro kepegawaian lantai 6 Kejagung. Bara api dari puntung rokok yang dibuang sembarang oleh para kuli bangunan itu diyakini penyidik membuat kebakaran.

Berkas perkara tersangka yang berasal dari unsur kelompok pekerja disebutkan Sambo telah rampung dan dilimpahkan ke Kejaksaan.

Selain para pekerja, dua tersangka lain yang dijerat polisi ialah Pejabat Pembuat Kebijakan (PPK) Kejagung berinisial NH dan Direktur Utama PT APM berinisial R.

NH dinilai teledor dalam pengadaan Top Cleaner karena yang mudah terbakar sehingga menyebabkan kebakaran menyulut dengan cepat. Top Cleaner yang dipasok R telah digunakan selama dua tahun oleh Kejagung.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman hingga lima tahun penjara.
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0