Terkait Kasus Edhy Prabowo, Hashim:Saya Merasa Dizalimi, Dihina dan Difitnah

Bahkan Hashim pernah meminta kepada Edhy Prabowo agar izin tersebut diberikan sebanyak-banyaknya.
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Jumat, 04-12-2020 18:25 WIB
Terkait Kasus Edhy Prabowo, Hashim:Saya Merasa Dizalimi, Dihina dan Difitnah
Hashim Djojohadikusumo/ist

Jakarta, Nusantaratv.com-Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo geram dengan sejumlah pemberitaan yang menyeret perusahaannya dalam pusaran kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster yang menjerat mantan Menteri KKP, Edhy Prabowo. 

Hashim yang merupakan adik kandung dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan dirinya telah dizalimi oleh banyaknya pemberitaan yang menyudutkan nama besar keluarga dan perusahaannya. Seolah perusahaannya yang bergerak di bidang budidaya benih lobster memonopoli izin budidaya benur.

“Saya atas nama Djojohadikusumo, saya prihatin dan saya merasa dizalimi, merasa dihina dan difitnah. Anak saya sangat merasakan,” kata Hashim, Jumat (4/12).

Hashim menjelaskan dirinya telah membangun usaha di bidang kemaritiman sejak 34 tahun silam. Awalnya bergerak di bidang budidaya mutiara. Namun dikarenakan bisnis mutiara mengalami gangguan kemudian muncul ide untuk melakukan diversifikasi di luar mutiara.

“Ada ide untuk teripang, lobster budidaya seperti kepiting dan sebagainya,” jelasnya.

Untuk lobster, sambungnya, tidak langsung dilakukan karena pemerintah Jokowi di periode pertama melarang. Menteri Kelautan dan Perikanan waktu itu, Susi Pudjiastuti melarang budidaya benih lobster.

Baca juga: Difitnah Penjarakan Edhy Prabowo, Ngabalin Lapor ke Polda

Sementara sejak Edhy Prabowo menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, pemerintah memperbolehkan perusahaan untuk melakukan budidaya benur.

Hashim menegaskan budidaya tersebut tidak dimonopoli oleh segelintir perusahaan, termasuk oleh perusahaannya. Bahkan Hashim pernah meminta kepada Edhy Prabowo agar izin tersebut diberikan sebanyak-banyaknya.

“Saya ketemu Pak Edhy, tahun lalu. Saya bilang, Ed berapa kali saya wanti-wanti, saya usulkan diberikan izin sebanyak-banyaknya. 100 perusahan buka saja kelompok tani, koperasi, buka saja. Karena Pak Prabowo tidak mau monopoli, saya tidak suka monopoli, dan Partai Gerindra tidak suka monopoli, sudah berapa kali saya sampaikan,” pungkasnya.

Diketahui Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap oleh KPK pada Rabu (25/11/2020) di Bandara Soekarno-Hatta. Edhy ditangkap karena dugaan kasus korupsi ekspor benih lobster. 

Penangkapan Edhy Prabowo yang disebut-sebut sangat dekat Prabowo Subianto sontak memunculkan isu liar terhadap perusahaan Hashim Djojohadikusumo yang bergerak di bidang budidaya lobster. Nama perusahaannya diseret-seret dalam pusaran kasus Edhy Prabowo terkait izin ekspor benih lobster.   

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0