Tergiur Keuntungan Besar, 43 Warga Solo Jadi Korban Penipuan Arisan Fiktif

Para korban mengaku terbuai dengan iklan arisan via media sosial Instagram yang dibuat oleh influencer.
Ramses Rianto Manurung - Nasional,Senin, 12-10-2020 23:37 WIB
Tergiur Keuntungan Besar, 43 Warga Solo Jadi Korban Penipuan Arisan Fiktif
Foto ilustrasi peringatan bahaya penipuan/ist

Solo, Nusantaratv.com-Kasus arisan fiktif kembali terjadi. Kali ini yang menjadi korban adalah 43 orang warga Solo. 

Mereka mengaku terbuai dengan iklan arisan via media sosial Instagram yang dibuat oleh influencer.

Pengaduan terkait kasus ini sudah masuk ke Polresta Solo, Senin (12/10/2020).

Salah seorang korban arisan tersebut, NZ, kepada wartawan seusai mengadu ke Polresta Solo, Senin siang, mengatakan mengetahui  dari postingan media sosial Instagram dari penyelenggara arisan. NZ tertarik ikut arisan itu dengan alasan untuk menabung dan meringankan beban hidup dalam kondisi pandemi corona.

Ia pun mendaftar dan langsung dimasukkan grup Whatsapp dengan anggota sekitar 45 orang. NZ berinteraksi secara online bersama peserta arisan lain yang kini menjadi korban.

Baca juga: Soimah jadi Korban Penipuan

"Sejak Juni lancar-lancar saja. Nilai arisan bervariasi mulai Rp500.000 hingga Rp10 juta hingga lelang arisan. Sistem arisan online ini sistem menurun juga. Banyak juga kami para korban yang tertipu lelang pemenang arisan," papar NZ bersama korban perempuan lain, GA dan AN.

Arisan Lelang

Warga Solo itu mengatakan pada akhir September pelaku arisan diduga fiktif tersebut sempat meluncurkan jual arisan lelang. Namun, penyelenggara arisan tidak mengumumkan pemenang lelang itu.

Menurutnya, seharusnya pemenang lelang arisan Rp500.000 memperoleh Rp900.000 namun pelaku menghilang. Sebelum menghilang, pelaku sempat menyampaikan via grup Whatsapp sedang mengalami kesulitan keuangan.

Namun, pelaku memastikan akan menggantikan uang arisan itu. Lantas, ia bersama korban dan kuasa hukum dari LBH Soloraya mendatangi rumah pelaku untuk meminta klarifikasi dan jawaban.

Namun, pelaku ternyata sudah menghilang bersama keluarganya, handphonenya pun sudah tidak aktif dan tidak bisa dihubungi. 

Kuasa hukum korban dari LBH Soloraya, I Made Ridho, menyampaikan telah berkonsultasi dengan Polresta Solo terkait kasus arisan online ini.

Hasilnya, ia diminta melapor ke Polda Jateng atau Ditreskrimsus. Namun, ia berupaya agar kasus ini dapat ditangani oleh Polres setempat agar koordinasi lebih mudah.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0